Disbunak Sediakan 19.778 Ton Pupuk Subsidi di Pesawaran

  • Whatsapp

Bongkarpost.co.id (Pesawaran) – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Pesawaran sediakan 19.778 ton pupuk subsidi bagi masyarakat setempat. Kamis (04/08/2022).

Hal itu sebagaimana tertuang dalam surat keputusan Kepala Dinas nomor 521/49/KTPS/IV.19/PSP/2022 terkait dengan realokasi pupuk subsidi di sektor pertanian.

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini, Kadisbunak Kabupaten Pesawaran Fisky V diwakili Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian, Data Trianda mengungkapkan data awal yang pihaknya miliki ialah sebanyak 21.557 ton pupuk subsidi terdiri dari pupuk Urea, pupuk MPK, pupuk SP36, pupuk ZA serta pupuk Organik.

“Namun untuk per 1 Juli 2022 sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), untuk pupuk subsidi SP36 dan ZA itu sudah tidak disubsidikan lagi,” ungkapnya, saat diwawancara diruang kerjanya. Kamis, (04/08/2022).

Dirinya menjelaskan, untuk pupuk yang masih masuk kedalam kategori pupuk subsidi hanya ada dua, yakni pupuk Urea dan pupuk MPK.

“Untuk pupuk Urea sebanyak 11.679 ton, sedangkan pupuk MPK sebanyak 8.099 ton, yang tersebar di 11 Kecamatan yang ada di kabupaten setempat,” jelasnya.

“Dari masing-masing kecamatan tersebut, disebarkan lagi ke kelompok-kelompok tani sebanyak 148 Desa yang ada di Kabupaten Pesawaran,” lanjutnya.

Dirinya juga menuturkan, cara memperoleh pupuk subsidi dari pemerintah syaratnya ialah petani tersebut harus tergabung dengan kelompok tani, dan kelompok tani nya harus ter-registrasi didalam simplutan.

“Dan didalam simplutan itu juga harus ter-registrasi lagi ke dalam RDKK (Rencana Dikit-dikit Kebutuhan Kelompok). Jadi, petani mandiri yang tidak mempunyai kelompok tani tersebut, mereka tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi,” tuturnya.

“Secara otomatis, jika mereka masuk kedalam kelompok tani dan masuk dalam RDKK, mereka mendapatkan kuota dalam setahun,” timpalnya.

Lanjutnya, untuk pendistribusian pupuk subsidi, dirinya mengatakan prosedurnya dimulai dari produsen lalu turun ke distributor yang ditunjuk oleh kabupaten setempat.

“Ada 6 distributor, dari distributor tersebut dikirim ke masing-masing kios yang telah ditunjuk oleh distributor kemudian dari kios baru ke para petani yang bergabung kedalam RDKK,” katanya.

Dirinya turut menyarankan kepada kelompok tani untuk tidak bergantung kepada pupuk subsidi yang disediakan.

“Jika terjadi kelangkaan, kami menyarankan kelompok tani menggunakan pupuk non subsidi seperti pupuk organik, pupuk hayati, dan berbagai macam lainnya,” sarannya.

Tambahnya, Data mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar pupuk subsidi bisa terus didapatkan.

“Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin meminta ke pemerintah pusat melalui menteri pertanian agar bantuan program pupuk seperti pupuk cair, pupuk organik, pupuk hayati dapat masuk ke Kabupaten Pesawaran untuk menanggulangi kekurangan dan kelangkaan pupuk subsidi tersebut,” pungkasnya.

(Akbar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *