Tingkatkan Kemandirian Masyarakat Pesisir, TNI AL Gelar Pelatihan Ketahanan Pangan Maritim di Pesawaran
Bongkar Post, PESAWARAN – TNI Angkatan Laut melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) menggelar Pelatihan Ketahanan Pangan Maritim Tahun Anggaran 2026 di wilayah kerja Lanal Lampung.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Juni 2026, tersebut dipusatkan di Kampung Bahari Nusantara binaan Lanal Lampung yang berada di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan wilayah pertahanan laut yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat maritim dalam mengelola potensi perikanan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan tersebut, TNI AL berupaya memperkuat sinergi dengan masyarakat pesisir agar mampu mengembangkan usaha produktif berbasis sumber daya kelautan.
Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan yang berfokus pada budidaya ikan bawal bintang. Para peserta mendapatkan materi teori dan praktik lapangan mulai dari teknik pembenihan, pemeliharaan, pengelolaan pakan, hingga strategi pengembangan usaha perikanan yang berkelanjutan.
Dalam amanat Danpusteral yang dibacakan Direktur Pembinaan Teritorial, disampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir sehingga dapat menciptakan kemandirian ekonomi melalui budidaya ikan bawal bintang yang memiliki prospek menjanjikan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai untuk mengembangkan budidaya ikan bawal bintang secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun I Desa Sidodadi, Prianto, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan peluang baru bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui sektor perikanan.
“Ikan bawal bintang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Namun, masyarakat masih membutuhkan pengetahuan dan keterampilan dalam proses budidayanya. Pelatihan ini menjadi bekal penting agar mereka dapat menerapkan teknik yang benar dan memperoleh hasil panen yang lebih optimal,” katanya.
Selain meningkatkan kemampuan teknis masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI AL dan masyarakat pesisir. Kehadiran TNI AL melalui program pemberdayaan seperti ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok usaha perikanan yang produktif dan berdaya saing.
Pelatihan Ketahanan Pangan Maritim Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor perikanan, serta pemberdayaan masyarakat menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera. (*)







