Viral Bocah SD Cari Rongsokan, Ketua RT: Pemerintah Sudah Berulang Kali Bantu Keluarganya

Viral Bocah SD Cari Rongsokan, Ketua RT: Pemerintah Sudah Berulang Kali Bantu Keluarganya

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Pemberitaan mengenai seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 2 SDN 1 Kota Baru, Bandar Lampung, dan disebut mencari barang bekas atau rongsokan sepulang sekolah, mendapat perhatian dari lingkungan tempat tinggalnya.

Ketua RT 008 LK I, Kelurahan Enggal, Toto Desi Wirawan, menyampaikan adanya sisi lain dari kondisi keluarga tersebut yang dinilainya perlu diketahui publik.

Menurutnya, selama ini aparatur pemerintah di tingkat lingkungan hingga kelurahan disebut telah cukup aktif membantu keluarga tersebut, termasuk dalam mengurus administrasi kependudukan hingga mengupayakan berbagai program bantuan pemerintah.

Ia menjelaskan, ayah dari anak tersebut, Sagimin, sebelumnya dikenal sebagai warga yang pernah hidup di jalanan dan tinggal di sekitar wilayah Enggal. Karena dinilai rajin serta cukup dekat dengan masyarakat, pihak lingkungan bersama Kelurahan Enggal kemudian berupaya membantu pengurusan identitas kependudukannya.

“Dulunya dia anak jalanan dan tinggal di seputaran Enggal. Karena orangnya rajin dan dekat dengan masyarakat, kami koordinasi dengan lurah untuk membantu membuatkan identitas,” ujarnya.

Sementara itu, ia mengatakan, bahwa proses pengurusan identitas tersebut memang tidak mudah. Namun, setelah melalui berbagai proses, administrasi Sagimin akhirnya dapat diselesaikan sehingga dirinya bisa diusulkan mengikuti sejumlah program bantuan pemerintah.

Ia menyebut, keluarga tersebut juga telah mendapatkan bantuan, termasuk bantuan pangan seperti beras. Selain itu, masyarakat sekitar juga disebut turut aktif membantu ketika ada kegiatan di lingkungan.

“Alhamdulillah, pengurusan identitasnya walaupun sangat rumit sudah selesai. Sekarang juga sudah diajukan ke program-program pemerintah. Ada bantuan beras dan bantuan lainnya,” katanya.

Tak hanya menerima bantuan, Sagimin juga disebut tetap dilibatkan dalam berbagai kegiatan masyarakat di lingkungan setempat. Bahkan, menurut Toto, ketika ada pekerjaan di lingkungan, Sagimin diberikan kesempatan untuk bekerja dan mendapatkan upah.

“Kalau ada kegiatan masyarakat, tetap dilibatkan dan dibantu. Kalau ada pekerjaan, dia juga bekerja dan tetap diupah. Memang anaknya rajin,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat persoalan lain yang selama ini menjadi perhatian pihak lingkungan. Salah satunya kebiasaan Sagimin yang masih kerap mencari barang bekas atau memulung meskipun telah diberikan kesempatan untuk bekerja dalam kegiatan lingkungan.

Ia menilai kebiasaan tersebut sudah cukup melekat dalam keseharian Sagimin.

“Memang sisi lemahnya ada. Karakter sebagai pemulung itu seperti sudah melekat. Waktu ada kegiatan kelurahan, kami ajak kerja dan kami gaji. Tapi malamnya tetap memulung,” ungkapnya.

Yang tak kalah menjadi perhatian, pihak kelurahan bersama lingkungan ternyata disebut telah beberapa kali menawarkan agar Sagimin mengikuti program Sekolah Rakyat.

Menurutnya, upaya tersebut bahkan telah dilakukan secara langsung oleh pihak kelurahan. Namun, tawaran tersebut belum diterima karena Sagimin mengaku tidak ingin berpisah dengan anaknya.

“Sudah berkali-kali ditawarkan Sekolah Rakyat. Pak Lurah juga sudah turun langsung. Kami dari lingkungan juga sudah membujuk dan merayu. Alasannya dia tidak bisa berpisah dengan anak,” jelasnya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti pemerintah maupun aparatur lingkungan tidak peduli terhadap keluarga tersebut.

Sebaliknya, menurut dia, berbagai upaya telah dilakukan mulai dari membantu kepemilikan identitas, mengusulkan bantuan sosial, memberikan kesempatan bekerja, hingga menawarkan program pendidikan yang dinilai dapat membantu memperbaiki kondisi keluarga dalam jangka panjang.

“Bukannya kami tidak aktif. Kami aktif membantu. Mudah-mudahan ke depan bisa ada jalan keluarnya,” pungkasnya.

Ia berharap persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari satu sisi, tetapi juga mempertimbangkan berbagai upaya yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah, aparat kelurahan, lingkungan, maupun masyarakat sekitar untuk membantu keluarga tersebut.(WB)

Pos terkait