Ketua JPSI Soroti Bocah SD Cari Rongsokan: Jangan Salahkan Keluarga, Pemerintah Harus Cek Kondisinya

Foto. Ist

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Ketua Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI) Ikhwan, mengecam adanya pemberitaan mengenai seorang anak yang masih duduk di kelas 2 SDN 1 Kota Baru, Bandar Lampung, yang ditemukan mencari barang bekas atau rongsokan sepulang sekolah.

Anak yang diketahui bernama Daud tersebut tinggal di Kost Aster, Kelurahan Aster, Rawa Laut, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung. Dalam keterangannya kepada awak media, Daud mengaku mencari barang rongsokan untuk mendapatkan uang jajan dan menyebut aktivitas tersebut dilakukan atas permintaan ayahnya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua JPSI Ikhwan. Ia menilai anak usia sekolah semestinya mendapatkan ruang yang cukup untuk belajar, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman serta mendukung perkembangan mereka.

Ia meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Sosial dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya yang dialami anak tersebut dan keluarganya.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari aktivitas anak mencari rongsokan, tetapi juga perlu ditelusuri kondisi sosial dan ekonomi keluarganya serta memastikan hak pendidikan dan perlindungan anak tetap terpenuhi.

“Kami mengecam kalau benar anak kelas 2 SD sampai harus mencari rongsokan untuk mendapatkan uang jajan, terlebih jika aktivitas itu dilakukan karena diminta oleh orang tua. Ini harus segera ditindaklanjuti pemerintah,” tegasnya, Jum’at (02/10/2026).

Ia juga meminta agar pemerintah tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi melakukan pendataan dan pendampingan terhadap keluarga apabila memang ditemukan persoalan ekonomi yang menjadi penyebab anak tersebut harus mencari penghasilan.

“Jangan sampai anak yang seharusnya pulang sekolah belajar dan bermain justru harus memikirkan bagaimana mendapatkan uang. Pemerintah harus hadir dan melihat persoalan ini secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menegaskan, informasi tersebut perlu segera diverifikasi oleh pihak berwenang agar tidak terjadi kesimpulan sepihak terhadap keluarga. Namun, menurutnya, kondisi anak tersebut sudah cukup menjadi alasan bagi pemerintah untuk melakukan pengecekan dan memastikan kebutuhan serta perlindungan anak terpenuhi.

“Kita jangan langsung menyalahkan keluarga. Yang paling penting sekarang pemerintah turun, cek kondisi sebenarnya, kemudian berikan solusi. Anak harus tetap sekolah dan mendapatkan haknya untuk tumbuh serta berkembang dengan baik,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, diperlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak keluarga dan sekolah mengenai kondisi Daud, termasuk apakah aktivitas mencari rongsokan tersebut dilakukan secara rutin dan sejauh mana aktivitas tersebut memengaruhi pendidikan serta kesehariannya. (Wabi)

Pos terkait