Surah Tabbat: Kebinasaan Abu Lahab Tokoh Kaum Musyrikin
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah ini dinamakan Tabbat artinya Binasalah. Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini. Nama lainnya, surah al-Masad artinya sabut penjerat dan surah Abi Lahab.
Surah ini merupakan surah ke-111 dalam al-Qur’an terdiri dari 5 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rasulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rasulullah belum hijrah ke Madinah.
Surah ini adalah surah yang ke-6jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Dia turun sesudah surah al-Fatihah dan sebelum surah at-Takwir.
Tema utama dan satu-satunya yang dibahas adalah uraian tentang kebinasaan yang akan dialami tokoh kaum musyrikin yaitu Abu Lahab. Juga istrinya adalah bagian dari siksa akan dialaminya. Memastikan kerugian sang kafir walaupun ia adalah orang yang paling dekat hubungan kekerabatannya dengan Nabi Muhammad saw.
Pada suatu hari Rasulullah mendaki bukit Shafa di Mekah untuk berseru mengisyaratkan akan ada bahaya yang mengancam. Maka berkumpullah penduduk Mekah termasuk Abu Lahab. Rasulullah bersabda, “Seandainya aku menyampaikan kepada kamu bahwa ada musuh yang akan menyerang di pagi atau sore hari, apakah kamu akan mempercayaiku?”
Mereka menjawab, “Kami tidak pernah mengetahui kamu berbohong.” Rasulullah kemudian menjelaskan kepada mereka tentang ancaman hari Akhir yang akan mereka hadapi jika mereka mengabaikan tuntunan Allah swt.
Mendengar itu Abu Lahab berseru, “Binasalah engkau sepanjang hari! Apakah untuk itu engkau mengumpulkan kami?” Maka turunlah surah ini. Peristiwa ini terjadi pada tahu ke-4 kenabian.
Riwayat lain, suatu Ketika Abu Lahab datang kepada Rasulullah dan bertanya apa yang akan diperolehnya jika ia memeluk Islam? Nabi bersabda, “Seperti apa yang diperoleh kaum muslimin.” Abu Jahal menjawab, “Celakalah agama ini, bila aku dipersamakan dengan mereka.” Demikian tafsir al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. Tabbat (Binasalah) 111: 1 – 2 “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan dia telah binasa (1). Tidaklah berguna baginya harta benda dan apa yang ia usahakan (2).”
Tafsir QS. QS. Tabbat (Binasalah) 111: 1 – 2, binasalah kedua tangan yakni seluruh totalitas Abu Lahab dan sekali lagi dia telah binasa. Tidaklah berguna baginya harta benda yang banyak dan selalu dia simpan lagi enggan menyedekahkannya dan apa yang ia usahakan selain harta benda seperti anak, kerabat, teman-teman, serta kedudukan sosial juga lainnya.
Abu Lahab dikenal sebagai seorang yang paling menentang Rasulullah dan ajaran Islam. Sikapnya menolak kebenaran dari Allah swt.
Kata tabbat atau tabba berarti keputusan atau kepastian yang pada umumnya berakhir dengan kebinasaan. Arti lainnya, tabbat adalah permohonan manusia kepada Allah swt dan tabba adalah pengabulan Allah swt atas permohonan itu.
Abu Lahab adalah gelar dari Abdul Uzza Ibn Abdul Muthalib, ia adalah paman Rasulullah. Kata lahab berarti kobaran api yang menyala dan tidak memiliki asap lagi. Abu lahab digelari sejak masa jahiliyah karena kegagahan dan kecemerlangan wajahnya.
Abu Lahab meninggal karena penyakit lepra, teman-temannya takut tertular maka mereka enggan menguburnya. Namun setelah tiga hari terpaksa mereka menguburnya dengan kayu panjang mendorong jasadnya, lalu dilempari batu dan tanah hingga menimbunnya.
Ya Robbana, selamatkanlah kami dari orang-orang yang zalim. Kabulkanlah permohonan kami.
Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.







