Lampung Timur, BP
Sungguh tragis jika melihat kondisi bangunan gedung SD Negeri 2 Telogorejo, Kecamatan Batanghari Lampung Timur. Melihat kondisi bangunan gedung sekolah saat ini mulai dari atap yang menganga, lantai keramik terlepas, sehingga gedung tidak bisa digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar.
Para orang tua siswa khawatir gedung ambruk, akibatnya tahun ini SD Negeri 2 Telogorejo Batanghari Lampung Timur tidak mendapatkan siswa baru. Hal itu mengisyaratkan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Timur terkesan tutup mata saja dan tidak peduli.
Menurut Basuki, dari salah seorang dewan guru mengatakan, bahwa dalam proses belajar mengajar murid menggunakan sisa gedung yang ada dan masih layak.
“Saya berdinas disini sebagai guru olahraga dari tahun 85, sekarang ini jumlah murid ada 43 orang. Jumlah lokal ada 6, berhubung lokal ada yang rusak untuk proses belajar anak kami alihkan. Termasuk ke ruang komputer, ruang UKS dan ruang mushola. Kami melakukannya secara terpisah agar dalam menyampaikan materi ke anak tidak terganggu,” ungkap Basuki pada awak media, Selasa (3/11).
Ditambahkan Basuki, saat ini banyak orang tua murid enggan menyekolahkan anak di SD Negeri Telogorejo, Batanghari Lampung Timur dengan berbagai alasan.
“Tahun ini saja tidak ada penerimaan murid baru di SD Negeri Telogorejo, Batanghari Lampung Timur. Kemungkinan orang tua murid beralasan takut nanti gedung ambruk menimpa anaknya yang sedang belajar. Mereka lebih baik menyekolahkan anaknya diluar kampung sini,” tambahnya.
Saat ditanyakan mengenai apakah telah diajukan usulan perbaikan gedung kepada pihak Dinas Pendidikan Lampung Timur. Basuki menjelaskan, sudah berulang – ulang namun tidak ditanggapi.
“Kami sudah mengusulkan empat kali terkait perbaikan gedung ini ke Dinas Pendidikan Lampung, namun tidak ditanggapi. Bahkan bapak Bupati sudah pernah turun dan cek lokasi sekolah kami. Kalau untuk penggunaan dana bos hanya untuk pengecatan dan setiap tahun berkurang karena muridnya tidak ada. Kepala sekolah ini pak Sunaryo,” jelas Basuki.
Pada kesempatan itu, Yaminah sebagai Pengawas SD wilayah tersebut juga ikut berkomentar terkait hancurnya gedung SD Negeri 2 Telogorejo, Batanghari Lampung Timur.
“Saya menjabat pengawas sudah enam tahun. Kalau wilayah ini baru dua tahun dan mengawasi delapan sekolah. Saya belum mengusulkan gedung ini, yang mengusulkan pihak sini, aku cuma denger aja. Bahkan Bupati dan Kepala Dinas juga sudah turun kesini. Pengennya direhap, supaya anak – anak itu enggak takut. Karena gedung seperti itu, anak – anak otomatis walimurid enggak percaya, takut rubuhan gedungnya itu,” tutup Yaminah. (Fadli)







