Ditangani Inspektorat, Mobil Dinas Sudah Berada di Kantor Dinas Perikanan Lampura 

Ditangani Inspektorat, Mobil Dinas Sudah Berada di Kantor Dinas Perikanan Lampura

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, LAMPUNG UTARA – Pemkab Lampung Utara menyatakan sudah menindaklanjuti informasi terkait dugaan Kepala Dinas Perikanan Diduga Gadaikan Mobil Dinas yang sempat viral, Senin (4/5/2026) lalu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara Intji Indriati mengatakan, persoalan tersebut sudah di tangani pihak Inspektorat.

Pemkab Lampura kata ibu satu anak ini, sudah memerintahkan Inspektorat untuk mendalami persoalan tersebut.

“Sudah saya sampaikan : konfirmasi ke Inspektorat. Supaya berita berimbang,” ujar mantan Asisten 1 Lamsel ini, Kepada Media Bongkar post melalui telepon WhatsApp-nya, Minggu (10/5/2026).

“Kemarin Inspektorat sudah saya perintahkan dalami,” sambungnya.

“Coba konfirmasi hasilnya. Cek dahulu informasi terakhir di Inspektorat,” tambahnya.

Sementara di waktu terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, Martahan Samosir mengatakan, tim Inspektorat sudah melakukan pendalaman terkait informasi tersebut.

Melalui Irbansus, tim sudah memintai keterangan terhadap Kepala Dinas, Sekretaris dan Kabid terkait informasi tersebut.

Pendalaman dan meminta keterangan dilaksanakan tim Inspektorat pada Kamis (7/5/2026), di kantor Dinas Perikanan Lampung Utara.

Dari hasil pendalaman itu, dipastikan mobil yang sebelumnya diduga digadaikan tersebut sudah berada di Dinas Perikanan.

“Sudah kita dalami dan kita mintai keterangan Kadis, Sekretaris dan Kabid. Kita minta dihadirkan mobil dinasnya. Ada kok mobilnya,” ujar mantan Kepala BKD Lampung Utara ini, melalui telepon WhatsApp-nya, Minggu (10/5/2026).

Sementara hasil penelusuran, sebelumnya keberadaan mobil dinas tersebut berada di rumah salah satu warga di bilangan Kelapa Tujuh Kotabumi.

Mobil tersebut terlihat terparkir di halaman rumah seorang warga berjenis kelamin perempuan, dengan waktu yang cukup lama.

Hasil konfirmasi kepada warga yang enggan disebutkan namanya tersebut. Mobil dinas Nissan Terano BE 37 JZ tersebut tidak digadaikan tapi dititipkan karena mengalami kerusakan.

“Mobil itu rusak dititipkan disini,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon WhatsApp-nya (5/5/2026).

Menariknya, setelah pemberitaan terkait mobil dinas tersebut, sempat viral mobil yang tadinya terparkir di rumah warga tersebut, pada Selasa (5/5/2026) pagi, mobil sudah tidak berada lagi ditempat.

Berdasarkan informasi dari pemilik rumah mobil dinas sudah diambil dan di bawa pulang ke rumah yang bersangkutan.

“Mobil sudah diambil yang punya. Tidak digadaikan tapi dititip karena rusak,” terangnya sambil tertawa.

Seperti diketahui sebelumnya, oknum Kepala Dinas Perikanan Lampung Utara, SL, diduga menggadaikan mobil dinas Nissan Terano BE 37 JZ.

Pasalnya, sejak penyerahan aset tersebut, pada 21 November 2025 lalu, mobil dinas tersebut terkesan ‘raib’ dari peredaran.

Diduga kuat mobil dinas tersebut, telah digadaikan oknum kadis tersebut.

Kabid Perikanan dan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara, Antoni Effendi mengatakan mobil dinas tersebut sejak tanggal 21 November 2025 di serahkan kepada Kepala Dinas Perikanan Lampung Utara, SL.

Mobil itu kata Antoni, diberikan karena untuk menunjang aktivitas kegiatan yang bersangkutan selaku Kadis karena pada saat itu Kadis tidak memiliki kendaraan mobil dinas.

“Mobil sama pak kadis sebagai penunjang kegiatan selaku Kadis,” ujar Antoni Effendi saat di hubungi melalui pesan WhatsApp-nya, Senin (4/5/2026).

Terkait dugaan mobil tersebut digadaikan, mantan camat Sungkai Utara ini mengatakan tidak mengetahui persis informasi tersebut.

Sepengetahuan dirinya, mobil tersebut masih berada di tangan yang bersangkutan.

“Kalau itu digadaikan saya rasa tidak lah. Tidak mungkin sejauh itu. Setahu saya ada kok,” ujar Antoni.

Sementara Kadis Perikanan Lampung Utara, SL, saat di konfirmasi tidak berhasil ditemui dan di hubungi baik ke ruang kerjanya di kantor Dinas Perikanan di kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan. Maupun via telepon selular atau WhatsApp-nya.

Bahkan ada beberapa nomor ponselnya semua sudah tidak aktif.

Menurut salah seorang stafnya mengatakan SL jarang masuk.

“Bapak jarang masuk,” ungkapnya.

Sementara saat dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya atau telepon selulernya, nomor telepon SL tidak bisa di hubungi atau dalam keadaan tidak aktif. (Orean)

Pos terkait