Opini
Metamorfosis
Oleh: Hengki (Pengusaha dan Pengamat Sosial Budaya di Lampung)
Menurut Al-Quran, manusia adalah makhluk yg mengalami metamorfosis spritual dua tahap. Saya mengambill conto kisah para penyihir Fir’aun penentang Nabi Musa as yg dikisahkan dalam Al-Quran dapat membuktikan tentang adanya dua fase perkembangan spritual manusia tersebut;
Allah Swt berfirman: Maka takkala ahli sihir itu datang, mereka bertanya kepada Fir’aun, ‘ Apakah kami sungguh2 mendapat upah yg besar jika kami adalah orang2 yg menentang?’ Fir’aun menjawab, ‘ya, kalau demikian, sesungguh kamu sekalian benar2 akan menjadi orang yg didekatkan (kepadku)’ Lalu mereka melemparkan tali temali & tongkat2 mereka & berkata, ‘ Demi kekuasaan Fir’aun, sesungguhnya kami benar2 akan menang.”(Al-Quran Asy-Syu’ara : 41-42-44).
Dari ayat diatas, jelaslah bahwa bagi para penyihir, tercapainya ambisi mereka adalah imbalan yg mereka inginkan, sedangkan landasan sumpah mereka untuk meraih imbalan tersebut adalah kekuatan Fir’aun.
Namun, setelah para penyihir itu melihat bahwa makhkuk2 sihiran mereka ditelan dlm sekejab oleh tongkat Nabi Musa as yg berubah menjadi seekor ular besar, maka para penyihir itu pun serta merta bersujuf,
Allah Swt berfirman: Dan ahli2 sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata, ” kami beriman kepada Tuhan semesta alam yaitu Tuhan Musa & Harun.(Al-Quran al-A’raf :120-122).
Fir’aun & para pengikutnya yg sudah terlanjur cinta sama Fir’aun pun marah,
Fir’aun berkata, ‘ Apakah kamu sekalian beriman kepad Musa sebelum saya memberi izin kepadamu? (Al-Quran as-Syu’ara; 49).
Dalam situasi semacam itu, para penyihir tadi bertanya kepada Nabi Musa as tentang kembali kepada Allah & pada saat itu, yg terpenting bagi mereka adalah keridhoan Allah.
Dari contoh kisah para penyihir Fir’aun, dapat dilihat bahwa fase pertama perkembangan spritula, manusia tidak menginginkan apa pun kecuali imbalan duniawi. Jika dikaitkan dlm kisah para penyihir, pada fase pertama, para penyihir itu tidak melihat apa pun kecuali kekuatan tirani Fir’aun sehingga mereka mengharapkan imbalan & puji2an dari Fir’aun. Namun, pada fase kedua perkembangan spritual manusia, manusia tidak akan ada lagi melihat apa pun & tidak takut dikucilkan oleh manusia lainnya atau kelompoknya, kecuali kekuatan Tuhan yg hanya dilihatnya & tidak menginginkan apa pun kecuali keridhoan Tuhan, dalam kisah para penyihir Fir’aun, pada fase ini, mereka kekuasaan Tuhan & hanya mencari ridhoan-Nya, sekalipun mereka harus dimusuhi Fir’aun & para pengikut Fir’aun lainnya.
Perubahan atau metamorfosis serupa juga terjadi pada makhluk hidup lainnya. Hanya saja,makhluk hidup lainnya mengalami metamorfosis fisik, sedangkan manusia mengalami metamorfosis spritual. Salah satu contohnya adalah metamorfosis yg dialami kupu2. Fase pertma, berubah menjadi ulat, fase kedua, berubah menjadi seekor kupu2.
Kebanyakan manusia berkeinginan belajar mengetahui apa alasan dibalik kesejateraan & kebahagian, & belajar kesana kemarin, pindah dari satu kelompok sana & sini,& baca buku ini & itu untuk mencari apa kunci untuk mendalatkan petunjuk & keselamatan?
Banyak juga orang yg berupaya untuk menemukan “apa yg dapat membebaskan dirinya dari kondisi budak & menyelamatkan dirinya dari kehancuran?” Apakah Anda sampai hari ini sudah benar2 merdeka?
Banyak juga orang yg mengidamkan untuk mengetahui apa obat untuk penyakitnya & untuk kebutaan hatinya? Banyak juga mungkin orang yg berpikir untuk memahami dimana letak penyembuhan penyakit hati, kedamaian hati bagi rasa takutnya, contohnya mungkin takut dikucilkan dll. Banyak juga orang mencari pencerahan rutin atau rajin ikut pengajian kesana kemarin & rajin pula ikut berdoa & ritual2 bersama sambil menangis berjamahah & urusannya?.
Banyak pula orang yang berlomba2 berharap mencapai posisi2 luhur & mendapatakn kenyamanan semu hidup dibumi & keselamatan dibumi, & banyak pula orang yg berkeinginan untuk mendapatkan kemulian & penghormatan dari makhluk lain, & ada pula yg berkeinginan mendapatkan berkah dengan bantuan2nya, & ada juga yg berharap dapat memecahkan masalah2, menolak dosa, & berkeinginan menerima amal saleh, & mendapatkan kesudahan yg baik, dengan berbicara membedakan mana keadilan & mana kezaliman, untuk memperoleh pengetahui sejati, meraih keridhoan Allah & bekal untuk akhirat.
Setiap kelompok orang barangkali saja mempertimbangkan satu ideal untuk diri mereka, namun mereka tidak akan sampai kemana2 kecuali mereka mengetahui melalui Islam. Takwa adalah apa yg ditawarkan Islam sebagai sebuah jawaban
” Tidak ada anjuran dari Allah bagi manusia untuk mencapai apa pun yg lebih penting daripada Takwa & di dalam Al-Quran sendiri Allah telah menjelaskan untuk manusia merenung & berpikir, bahwa yg paling mulia adalah yg paling bertakwa, & bukan paling panjang gelar2nya atau paling banyak ijazah2 dilemarinya 🙏.
Untuk ulasan singkat diatas, saya selama ini banyak merenung, mungkin dengan alasan inilah maka Nabi Suci Islam saw bersabda bahwa makna luas atau lengkap takwa dlm kata2 Allah Swt.
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil & berbuat kebajikan.(Al-Quran al-Nahl ; 90).
Bila contoh takwa disebut2 dalam transaksi & riba, pastilah maknanya adalah mencegah diri riba & transaksi yg adil.
Tauhid adalah dasar agama ( ushul al-Din) pertam & utama yg wajib diyakini oleh setiap muslim. Jika mantiq ( logika) bertujuan dengan menerapkannya kaidah2 secara benar, untuk menjaga akal dari kesalahan dlm berpikir, atau ilmu fikih bertujuan untuk mengetahui hukum halal & haram, maka ilmu tauhid memberikan pengetahuan kepada manusia bagaimana mentauhidkan Allah & beribadah, hanya kepada-Nya secara ikhlas tanpa yg lain, walaupun manusia itu mungkin dikucilkan atau mungkin dianggap beda dari yg kebanyakan manusia cara berpikirnya & berpikirnya.
Salam sehat selalu untuk semuanya dimana pun berada.







