Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla, Pemkot Bandar Lampung Siapkan Puluhan Sumur Bor

Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla, Pemkot Bandar Lampung Siapkan Puluhan Sumur Bor

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Pemerintah Kota Bandar Lampung, akan bergerak cepat untuk mengombinasikan strategi darurat dan mitigasi jangka panjang guna memastikan ketahanan pasokan air warga serta menekan risiko bencana lingkungan akibat lonjakan suhu udara.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan, langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pemetaan wilayah yang terdampak kekeringan untuk pembangunan infrastruktur pasokan air baru, sekaligus pengerahan armada kebencanaan yang bersiaga penuh merespons potensi titik api di berbagai wilayah.

Menurutnya, Pemerintah Daerah tidak hanya menyalurkan bantuan air bersih secara terfokus, tetapi Pemkot juga langsung mengeksekusi pembangunan fisik sumur bor sebagai solusi permanen masyarakat.

“Kita akan buat sumur bor untuk mengatasi kekeringan di lima kecamatan yang terdampak,” ujarnya, Jum’at (28/08/2026).

Ia menjelaskan, saat ini Pemkot Bandar Lampung masih melakukan kajian mendalam bersama dinas terkait untuk menentukan lokasi pembangunan sumur bor yang dinilai paling strategis dan berdampak luas.

Namun, setiap wilayah terdampak direncanakan memiliki dua hingga tiga titik sumur bor, dengan prioritas utama pada kawasan permukiman padat penduduk yang sangat membutuhkan pasokan air bersih mendesak.

“Penentuan titik teknis pembangunan akan ditindaklanjuti secara teknis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung dalam waktu dekat,” jelasnya.

Ia mengharapkan, selain pemenuhan skala pendek, Pemkot Bandar Lampung juga menyiapkan rencana pengadaan hingga 50 titik sumur bor baru pada tahun mendatang untuk memperkuat jaringan air bersih kota.

“Langkah masif ini kita harapkan menjadi solusi baik jangka panjang dalam mengantisipasi terulangnya krisis air bersih saat kota memasuki siklus musim kemarau di masa mendatang,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampun, Idham Basyar, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mengingatkan, bahwa kombinasi cuaca panas, kelembapan rendah, dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api pada semak belukar dan sampah kering.

“Kalau memang ada aktivitas yang menggunakan api, pastikan api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Laporan bisa disampaikan ke BPBD melalui nomor 0821 8099 2105,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Dinas Pemadam Kebakaran, dan Penyelamat Kota Bandar Lampung, mengatakan, Damkarmat mencatat telah memadamkan tiga kebakaran lahan dalam sehari pada Selasa (25/08/2026), termasuk insiden lahan 3 hektare di Kelurahan Kedaung, Kemiling.

“Kami pastikan seluruh armada kami akan bertindak cepat dengan response time rata-rata empat menit, seraya terus mengimbau warga agar tidak membakar sampah secara sembarangan di tengah kondisi angin kencang,” ujarnya.(WB)

Pos terkait