Bongkar Post – Pemalsuan Tandatangan Nasabah, Diduga Oknum PT. Permodalan Madani Terlibat 

  • Whatsapp

 

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Bandar Lampung, BP

Diduga oknum petugas PT. Permodalan Madani cabang Sukabumi Bandar Lampung melakukan pencairan pinjaman Rp3 juta dengan menggunakan tanda tangan palsu.

Selain oknum PT. Permodalan Madani ada juga pihak lain termasuk ketua sub kelompok, ketua kelompok GG ANDALAS MEKAAR cabang Sukabumi yang diduga ikut terlibat.

Hal itu terungkap lantaran Nurhasanah (41) warga Sukabumi Bandar Lampung kecewa dan bermaksud ingin mencoba mengajukan pinjaman ke pihak mekar. “Waktu itu saya menelpon ke salah satu kenalan saya bernama Riski petugas mekar lainnya. Lalu saya minta tolong ke Riski cek dulu data nama saya apakah dipakai orang atau tidak, setelah di cek ternyata data milik saya sudah terdaftar sebagai peminjam (nasabah) dan sudah dicairkan sejak bulan maret tahun 2023 kemaren,” kata Nurhasanah, di Kantor Bongkar Post, Rabu (2/8/2023) petang.

Setelah mendapat kabar tersebut, Nurhasanah kecewa langsung mendatangi petugas mekar di Kantor Cabang Sukabumi Gg. II Sugiri Sukabumi Bandar Lampung di samping BNI.

Setelah sampai dikantor tersebut, Nurhasanah mengeluarkan KTP minta tolong ke petugas jaga mengecek dan mencocokan tandatangan, ternyata tidak sama. Demikian halnya dengan tanggal jumlah angsuran yang dibayarkan ke mekar, tidak tahu menahu. “Apalagi pinjaman cair terhitung sejak, Rabu (15/3/2023) lalu, sekitar pukul 13.33 sebesar Rp3juta yang dicairkan oleh petugas Mekar bernama Kartika Lestari yang diketahui oleh ketua sub kelompok Andalas ibu Wiwik Wulandari, dan ketua kelompok bernama Sarni untuk kemudian di serahkan ke peminjam bernama Susilawati warga RT 09 LK II Sukabumi Indah”. “Terakhir itu sudah masuk angsuran ke 17 sejak peminjaman tersebut,” kata dia.

Selanjutnya, setelah dari kantor mekar saya menemui ibu Wiwik dan memastikan siapa yang memakai data dan memalsukan tandatangan. Kemudian ibu Wiwik menjawab bukan saya. “Bukan saya yang memakai, tapi bu Susilawati yang pakai uang itu,” kata ibu Wiwik saat itu.

Hal yang sama, juga diakui oleh Kartika Lestari petugas dari PT Permodalan Madani. Dia juga mengaku salah kalau dia menggunakan data itu. “Sama halnya dengan Susilawati, meminta maaf kepada saya,” timpal Nurhasanah.

Terpisah, saat dimintai konfirmasinya terkait informasi yang disampaikan Nurhasanah, di sambungan telepon What’sApp no 08121943-35..,Wiwik selaku ketua sub kelompok GG ANDALAS MEKAR tidak menjawab telpon.

Meski demikian orang yang mengaku sebagai suami Wiwik sempat mengaku akan mencari informasi siapa yang sebenarnya meminjam dan memakai tanda tangan palsu tersebut. “Saya ini orang yang tidak mau bermasalah. Dan dari infonya sempat kedua belah pihak sudah bertemu,” pungkasnya.

Terpisah Kartika Lestari petugas PT. Permodalan Madani di no telpon What’sApp 0858326608…sampai berita ini diterbitkan belum menjawab konfirmasi Bongkarpost terkait pencantuman tanda tangan palsu Nurhasanah. (Zul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *