Suasana Posko Angkutan Lebaran 2024 taja mahasiswa S1 Teknik Perkeretaapian Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional IV Tanjungkarang, di Stasiun Tanjungkarang, Bandarlampung. | dok/Muzzamil
Bongkar Post
BARDAR LAMPUNG – Patut dicontoh, guna mendekatkan pengetahuan teoritis kampus dan praktik nyata di lapangan, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Perkeretaapian Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melebur bersama petugas piket Stasiun Kereta Api Tanjungkarang dan Stasiun Labuhan Ratu dari BUMN perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang, Bandarlampung, menaja kegiatan Posko Angkutan Lebaran 2024.
Berlangsung 10 hari per 31 Maret lalu hingga berakhir H-1 Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H bertepatan Selasa pekan depan, 9 April 2024, Posko Angkutan Lebaran 2024 ini dibuka bersama kedua pihak, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang akan lakukan perjalanan darat pengguna moda transportasi KA musim mudik Lebaran ini.
Aktivitas posko antara lain menyediakan informasi jadwal dan ketersediaan tiket, serta memberikan bantuan bagi warga penumpang dan calon penumpang dalam hal pengaturan perjalanan dan penanganan berbagai kemungkinan kendala perjalanan.
Kepala PT KAI Divre IV Tanjungkarang Januri mengatakan, pihaknya sangat terbantu. Dia tak bisa sembunyikan haru. “Kami sangat terbantu adanya Posko Angkutan Lebaran ini. Banyak bantuan yang telah dilakukan oleh teman-teman mahasiswa ITERA. Yang terpenting, mari kita jaga keselamatan diri, saling mengingatkan, membantu sesama,” ungkap Januri.
“Kegiatan Posko Angkutan Lebaran 2024 ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar banyak hal tentang pelayanan yang ada di dalam stasiun,” ujar Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari mengimbukan.
Dilaporkan setiap hari beroperasinya posko, selalu ada saja warga mudikers dalam dan luar Lampung, yang menyambangi lokasi posko untuk berbagai keperluan.
“Posko Angkutan Lebaran 2024 di Stasiun Tanjungkarang dan Stasiun Labuhan Ratu kami harap dapat membantu memperlancar arus mudik dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman aman bagi seluruh penumpang kereta yang akan merayakan Lebaran bersama keluarga dan kerabat,” salah satu mahasiswi Teknik Perkeretaapian ITERA, Nadia Zunnuraini, mewartakan.
Pantauan Jumat (5/4/2024) petang, aroma mudik terasa nian di Stasiun Tanjungkarang, stasiun KA utama, stasiun kelas besar tipe A pengampu kode TNK-6910 yang meletak di ketinggian kurang lebih 96 meter di atas tanah di Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Enggal, Bandarlampung dengan lima jalur 2 sepur lurus, dan beroperasi sejak 3 Agustus 1914 silam.
“Kami, nak ke Plembang (Palembang, red). (Dari) Jakarta. Mampir dulu tadi belanjo oleh-oleh Lebaran. Ini nih, iyo ini duku jugo. Nah, kami lah kaget jugo, duku lah banting hargo. Ado tadi tiga kilo Rp10 ribu. Aduh, kesian jugo dulur-dulur di Komering sano. Lampung? Wong Lampung ramah-ramah. Ayo main ke Plembang (Palembang),” ujar salah seorang calon penumpang KA tujuan Palembang Sumatera Selatan, saat diobroli di area stasiun, Jumat petang. (Muzzamil)







