Suasana kemacetan parah di Jl Cut Nyak Dien, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, pada Jumat (5/4/2024) petang. | Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Makin dekat Lebaran, berdasarkan dua hari pantauan kilat karena per kejadian lebih tepat disebut tercatat merupakan kejadian kemacetan sewaktu, betulan terjadi dan dirasakan oleh warga pelintas sejumlah ruas jalan protokol dalam Kota Bandarlampung, terakhir terpantau pada Jumat petang, 5 April 2024.
Dipanteng sejak kuarsa 5 sore WIB, suasana dua jalan raya, Jl Cut Nyak Dien dari arah dalam kota mulai dari belokan area hook RM Garuda, pemandangan kemacetan arus lalu lintas di jalan ini begitu amat terasa, dan ‘stuck’ di simpang tiga traffic light Jl Cut Nyak Dien dan Jl Pangeran Emir M Nur, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung.
Tak ada warga pengendara yang mau mengalah, sekadar membuka akses jalan bagi pelintas dari arah berlawanan. Dan dari pantauan, cukup disayangkannya adalah ketiadaan barang satu atau dua orang petugas polisi lalu lintas (Polantas) berjaga untuk sekadar mengurai kemacetan.
Demikian halnya arus lalu lintas senada arah dalam kota, di sepanjang Jl Imam Bonjol, mulai dari simpang tiga depan hook resto AW, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, hingga arah belokan Jl Haji Agus Salim, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, bertemu simpang empat traffic light pertemuan Jl Haji Agus Salim, Jl Tamin, Jl Cut Nyak Dien.
Pantauan Jumat petang, memang rerata tak ada sampai terjadi aksi saling serobot jalur yang memang tidak memungkinkan. Ditambah suasana manja rintik hujan. Alhasil warga pelintas banyak pula yang kedapatan berbuka puasa di dalam mobil yang dikendarainya, pun para pengemudi sepeda motor, menepi sejenak menyeruput minuman untuk membatalkan puasanya.
“Dua hari lewat sini, dua hari juga kejebak macetnya ya di sini ini. Haha. Kemarin baru dapat THR bang, kena macet di Gedong Air saya mau ke MBK (Mal Boemi Kedaton, red) biasa bang beli baju Lebaran. Nah ini hari kena di sini, Alhamdulillah dah arah pulang ini. Seru juga sih. Iya polisinya buka puasa juga kali bang. Ya udah nikmatin aja. Nah ini, abang aja basah-basahan. Oh liputan ya. Ya bang hati-hati bang,” ujar Prabu, warga pelintas asal Pesawaran, berkenan buka kaca jendela kiri mobilnya, diwawancara singkat sembari tersendat kemacetan.
Urusan macet, Bandarlampung memang dikenal sebagai salah satu kota berciri khas unik terkait kemacetan arus lalu lintasnya, yakni macet sewaktu, kemacetan pada jam jam tertentu.
Bongkar Post menyarankan pembaca, sebisa mungkin hindari berkendara atau melintas pada jam-jam tertentu ini, jika tak ingin sesaat lamanya, terjebak kemacetan. Salam Setuju, selamat sampai tujuan.(Muzzamil)







