Lampung Siapkan 16 Sapi Kurban Bantuan Presiden, Bobot Tembus Lebih dari 1 Ton
Bongkar Post, Bandar Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan 16 ekor sapi kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia tahun 2026 dengan bobot fantastis, bahkan sebagian mencapai lebih dari 1 ton.
Hewan kurban tersebut berasal dari peternak lokal terbaik di berbagai kabupaten/kota di Lampung dan telah melalui proses seleksi ketat dari pemerintah pusat.
Agenda serah terima simbolis dan penyelesaian administrasi Banmas Presiden itu digelar di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, Balai Veteriner Lampung, jajaran Pemprov Lampung, dinas peternakan kabupaten/kota, hingga para peternak terpilih.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si mengatakan, Presiden RI tahun ini memberikan perhatian khusus melalui bantuan sapi kurban kepada seluruh daerah di Indonesia dengan syarat bobot ternak minimal mencapai 1 ton atau merupakan sapi terbesar di wilayah masing-masing.
“Provinsi Lampung pada tahun 2026 mengusulkan sedikitnya 34 ekor sapi Banmas Presiden dengan bobot antara 900 kilogram hingga 1.300 kilogram yang berasal dari peternak lokal Lampung,” kata Lili Mawarti dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, dari puluhan sapi yang diusulkan tersebut dilakukan proses seleksi dan verifikasi secara ketat, mulai dari syarat teknis, administrasi hingga performa ternak. Hasilnya, sebanyak 16 ekor sapi dinyatakan lolos sebagai calon sapi Banmas Presiden untuk Provinsi Lampung.
“Bobot terbesar dimiliki sapi jenis Limousin milik peternak Ashari dari Kota Metro dengan berat mencapai 1.124 kilogram,” ujarnya.
Menurut Lili, sapi-sapi kurban tersebut nantinya akan disalurkan ke masjid-masjid yang telah ditetapkan oleh masing-masing kepala daerah di kabupaten/kota se-Lampung.
Dalam kesempatan itu, Lili juga menyampaikan apresiasi Gubernur Lampung atas program Banmas Presiden yang dinilai memiliki dampak sosial dan keagamaan yang besar bagi masyarakat.
“Bantuan ini bukan hanya simbol kepedulian, tetapi juga wujud nyata perhatian Bapak Presiden terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan solidaritas sosial,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut diyakini mampu mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah sekaligus meningkatkan semangat gotong royong masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Sementara itu, Kepala Balai Veteriner Lampung mengingatkan para peternak untuk tetap menjaga biosekuriti kandang dengan membatasi lalu lintas orang maupun ternak keluar masuk area peternakan guna mencegah penyebaran penyakit hewan.
Di sisi lain, perwakilan Sekretariat Presiden, Adun Rusmawan mengatakan program Banmas Presiden diharapkan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat penerima.
“Kegiatan Bantuan Kemasyarakatan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam perayaan Hari Raya Idul Adha, sekaligus mempererat silaturahmi antara daerah dan pemerintah pusat,” ujar Adun.
Usai penandatanganan administrasi, rombongan Sekretariat Presiden bersama pihak terkait juga melakukan peninjauan terhadap calon masjid penerima bantuan serta kondisi ternak yang telah ditetapkan sebagai sapi kurban Banmas Presiden 2026. (Jim/*)







