Barikade Polisi Sambut Massa dari Pati di Senayan: “Selamat Datang Pejuang Aspirasi”

Barikade Polisi Sambut Massa dari Pati di Senayan: “Selamat Datang Pejuang Aspirasi”

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | Jakarta – Suasana pengamanan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026), diwarnai pendekatan berbeda. Sejumlah personel Polres Metro Jakarta Pusat membentangkan spanduk biru bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Aspirasi” di balik barikade pengamanan.

Spanduk tersebut dipasang di depan pagar besi dan dilengkapi pesan, “Sampaikan Pendapat dengan Tertib, Kami Siap Melayani.” Identitas Polres Metro Jakarta Pusat serta logo “Jaga Jakarta+” juga terlihat pada bagian spanduk.

Sejumlah polisi berseragam cokelat berdiri dalam formasi di belakang barikade. Pesan yang disampaikan melalui spanduk itu menonjolkan pendekatan persuasif dalam pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

Momen tersebut berlangsung di tengah persiapan kedatangan massa dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang dijadwalkan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Senayan, pada Kamis (27/8/2026).

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) disebut akan melanjutkan agenda penyampaian aspirasi setelah aksi di DPRD Pati pada 13 Agustus 2026. Dalam aksi di Jakarta, AMPB juga direncanakan bergabung dengan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Dua isu utama yang menjadi tuntutan massa adalah pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

 

Pesan Humanis di Balik Barikade

Alih-alih hanya menampilkan pesan larangan atau peringatan, aparat memilih menempatkan kalimat sambutan di garis pengamanan.

Frasa “Selamat Datang Pejuang Aspirasi” menjadi penanda bahwa pengamanan aksi tidak semata-mata diarahkan untuk membatasi massa, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat menyampaikan pendapat secara tertib.

Pesan tersebut sekaligus menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi. Polisi menyatakan kesiapan memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berlangsung aman serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya.

Pendekatan persuasif seperti ini menjadi bagian dari pola pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang mengedepankan komunikasi antara aparat dan peserta aksi.

Hingga Jumat (21/8/2026), kawasan Senayan terpantau kondusif. Aktivitas masyarakat di sekitar Jalan Gatot Subroto, Palmerah, serta kompleks DPR/MPR RI tetap berjalan.

Masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut pada hari pelaksanaan aksi diimbau memperhitungkan waktu perjalanan dan mengikuti pengaturan lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi berbagai kegiatan masyarakat di kawasan Senayan. Pendekatan persuasif dan humanis menjadi salah satu aspek penting agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung damai, tertib, dan tetap menghormati hak pengguna jalan serta masyarakat lainnya.

Untuk diketahui, Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), pada Kamis (13/8/2026) malam, menduduki DPRD Kabupaten Pati Jawa Tengah. Mereka menuntut seluruh anggota dewan hadir untuk menandatangani dukungan terhadap sejumlah tuntutan.

Aksi yang digelar dalam rangka Reuni Akbar AMPB itu dimulai sejak siang. Massa mulai memadati halaman DPRD sekitar pukul 15.30 WIB dengan membawa spanduk dan sound system. Karena merasa jawaban pihak dewan belum memuaskan, massa masuk dan menduduki ruang paripurna sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka bertahan hingga sekitar pukul 21.40 WIB atau selama sekitar tiga jam.

Koordinator AMPB, Teguh Istiyanto, menyatakan empat tuntutan utama disampaikan kepada DPRD Pati. Keempatnya adalah pengesahan RUU Perampasan Aset, penerapan hukuman mati bagi koruptor, penghapusan pajak yang memberatkan rakyat, serta revisi tunjangan anggota DPRD.

“Sahkan UU Perampasan Aset, hukum mati koruptor, hapus semua pajak yang memberatkan rakyat, dan revisi tunjangan-tunjangan anggota DPRD,” kata Teguh.

(Rusmin)

Pos terkait