Yudisium FEB dan Teknik Universitas Saburai 2026, Rektor Tekankan Lulusan Harus Inovatif dan Berdampak
Bongkar Post, Bandar Lampung
Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai menggelar Yudisium Program Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Periode I Tahun 2026 di Graha Saburai, Sabtu (23/5/2026).
Sebanyak 66 mahasiswa resmi diyudisium dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Dari total peserta yudisium, Fakultas Ekonomi dan Bisnis meluluskan 47 mahasiswa yang terdiri dari Program Studi Manajemen sebanyak 18 mahasiswa, Program Studi Akuntansi 1 mahasiswa, serta Program Magister Manajemen 28 mahasiswa. Sementara Fakultas Teknik meluluskan 19 mahasiswa, masing-masing 14 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dan 5 mahasiswa Teknik Mesin.
Rektor Universitas Saburai Dr. Sodirin dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan di tengah tantangan dunia pendidikan, perkembangan teknologi, serta persaingan global yang semakin ketat.
Menurutnya, yudisium bukan sekadar agenda seremonial akademik, melainkan titik awal pengabdian para lulusan untuk terjun langsung menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“Alhamdulillah, hari ini Universitas Saburai kembali melahirkan generasi baru yang telah menyelesaikan proses pendidikan dengan penuh perjuangan, disiplin, dan tanggung jawab. Saya berharap para lulusan Fakultas Teknik mampu menjadi tenaga ahli yang inovatif, kompeten, profesional, dan memiliki integritas dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi di era modern,” ujar Sodirin.
Ia mengatakan, dunia saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, cepat beradaptasi, serta memiliki mental kepemimpinan dan semangat pengabdian.
“Lulusan perguruan tinggi hari ini tidak cukup hanya memiliki ijazah dan nilai akademik yang baik. Dunia kerja membutuhkan generasi yang mampu menciptakan inovasi, bekerja secara kolaboratif, memiliki karakter kuat, serta mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Sodirin yang juag aktif di ormas keagamaan itu, juga menekankan pentingnya membangun mentalitas pantang menyerah di tengah ketatnya persaingan global dan perkembangan teknologi yang terus berubah.
“Jangan pernah takut menghadapi tantangan zaman. Persaingan ke depan semakin kompleks, tetapi saya percaya lulusan Universitas Saburai memiliki kemampuan untuk bersaing. Teruslah belajar, tingkatkan kapasitas diri, jaga integritas, dan tunjukkan bahwa kalian mampu menjadi bagian dari solusi bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Kepada lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, ia berharap para alumni mampu menjadi generasi profesional yang memiliki kemampuan manajerial, analitis, serta jiwa kewirausahaan yang kuat.
“Saya berharap lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat menjadi insan yang profesional, adaptif, dan memiliki semangat entrepreneurship. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pencipta lapangan pekerjaan yang mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Khusus kepada lulusan Fakultas Teknik, ia berpesan agar para alumni tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Dunia saat ini membutuhkan insan teknik yang kreatif, adaptif, dan mampu bekerja secara profesional. Jadilah lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global serta terus menghadirkan inovasi bagi kemajuan daerah dan bangsa,” katanya.
Sementara kepada lulusan Program Magister Manajemen, Sodirin berpesan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa studi dapat menjadi bekal dalam menciptakan kepemimpinan yang visioner dan berorientasi pada perubahan.
“Lulusan Magister Manajemen harus mampu tampil sebagai pemimpin yang visioner, adaptif, dan memiliki kemampuan mengambil keputusan secara tepat di tengah dinamika perubahan global. Jadilah pemimpin yang tidak hanya berhasil untuk diri sendiri, tetapi juga mampu membawa manfaat bagi lingkungan kerja, masyarakat, dan bangsa,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa gelar akademik bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan sosial dan profesional.
“Gelar yang saudara peroleh hari ini bukan sekadar simbol akademik, tetapi amanah yang harus dijaga dengan kualitas, etika, dan dedikasi. Teruslah berkarya, berinovasi, dan menjaga nama baik almamater. Jadilah generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, namun tetap memiliki kepedulian dan semangat pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.
Di kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknik Ir. Fery Hendi Jaya mewakili para dekan dan kaprodi menilai yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum lahirnya generasi baru yang siap menghadapi perubahan global.
“Hari ini bukan hanya seremoni akademik. Ini adalah penanda lahirnya generasi baru yang siap mengambil peran dalam perubahan. Yudisium bersama Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi momentum penting yang mempertemukan kekuatan inovasi teknologi dengan kecerdasan manajerial untuk menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Fery, tema “Berdaya, Berkarya, dan Berdampak melalui Ecosmart Universitas Saburai” menjadi arah gerak intelektual kampus dalam menjawab tantangan masa depan yang semakin kompleks.
“Bangsa ini membutuhkan generasi yang bukan hanya pandai berbicara teori, tetapi mampu menciptakan solusi, memimpin perubahan, dan menghasilkan karya yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri setelah memperoleh gelar akademik. Sebab, gelar tersebut merupakan amanah untuk terus berkembang dan membuktikan kualitas diri di tengah persaingan global.
“Gelar yang saudara peroleh hari ini bukan jaminan keberhasilan, melainkan amanah untuk terus bertumbuh dan membuktikan kualitas diri. Jadilah generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global, serta tetap berkontribusi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.(Jim)







