Ramai Kritik Menu MBG, Satgas: Semua Laporan Akan Kami Tindaklanjuti

Ramai Kritik Menu MBG, Satgas: Semua Laporan Akan Kami Tindaklanjuti

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Ramainya pemberitaan media terkait menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan di Provinsi Lampung akhirnya mendapat respons resmi dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Lampung.

Kepala Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, menilai berbagai tanggapan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut merupakan hal yang wajar.

Namun, ia menegaskan setiap kritik maupun laporan harus disertai data yang jelas agar dapat segera ditindaklanjuti secara profesional.

“Jika ada yang memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan program MBG, misalnya menu yang dianggap kurang tepat dari segi keamanan ataupun ketercukupan gizinya, saya pikir itu wajar-wajar saja,” ujar Saipul saat dimintai keterangan, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, MBG merupakan program strategis nasional yang memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Karena itu, ia memandang dinamika di lapangan sebagai bagian dari proses penyempurnaan.

“Apalagi tujuan program MBG ini sangat bermanfaat untuk mencapai target Indonesia Emas 2045. Jadi tentu partisipasi masyarakat dalam bentuk masukan sangat kami hargai,” tegasnya.

Meski demikian, Saipul mengingatkan agar setiap laporan tidak hanya bersifat opini atau potongan informasi yang belum terverifikasi.

Ia menekankan pentingnya kejelasan kronologi, lokasi, waktu kejadian, hingga dokumentasi pendukung agar tim dapat bekerja secara akurat.

“Namun memang kami minta agar laporannya harus jelas dan lengkap. Sehingga bisa kami tindaklanjuti bersama tim atau lembaga terkait yang menangani persoalan yang dilaporkan,” katanya.

Ia memastikan, Satgas MBG tidak menutup mata terhadap setiap evaluasi. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian standar, baik dari sisi keamanan pangan maupun kandungan gizi, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi teknis untuk melakukan pembinaan hingga perbaikan sistem distribusi dan pengawasan.

Selama Ramadhan, penyesuaian menu MBG dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik yang berpuasa, termasuk aspek ketahanan makanan hingga waktu konsumsi.

Namun, Satgas mengakui pengawasan tetap menjadi prioritas agar kualitas makanan tetap terjaga.

Saipul juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal program tersebut secara konstruktif.

“Program ini milik kita bersama. Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita sampaikan dengan data dan niat baik. Kami terbuka untuk evaluasi demi kebaikan anak-anak kita,” pungkasnya.(Jim)

Pos terkait