Keera, Bongkar Post
Petani kelapa sawit di Kabupaten Wajo didorong untuk menerapkan standar budidaya sebagaimana yang dilakukan perusahaan perkebunan agar mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) berkualitas tinggi dan memperoleh harga sesuai penetapan pemerintah.
Pesan tersebut disampaikan Manager Kebun PTPN IV Regional 2 Keera, Fahrizal Saputra saat menerima kunjungan lapangan peserta Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keberadaan kelapa sawit di Sulawesi Selatan bukanlah hal baru. Menurutnya, komoditas ini telah berkembang sejak pertengahan 1990-an dan menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan.
Selanjutnya, Fahrizal menjelaskan kebun PTPN IV Regional 2 Keera memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Saat ini kebun tersebut memiliki areal konsesi sekitar 12.000 hektare, dengan Hak Guna Usaha (HGU) sekitar 6.000 hektare. Dari luas tersebut, sekitar 2.400 hektare merupakan areal tanaman yang telah ditanam maupun dipersiapkan untuk penanaman dan peremajaan (replanting).
“Kebun ini menjadi salah satu lokasi pembelajaran yang baik bagi petani karena seluruh kegiatan budidaya dilaksanakan sesuai standar operasional perusahaan, mulai dari pembibitan, pengolahan lahan, pemeliharaan, hingga panen,” ujarnya, pada Kamis (30 Juli 2026).
Pada kunjungan lapangan tersebut, peserta diajak melihat langsung berbagai praktik budidaya yang sebelumnya dipelajari di kelas, seperti pengelolaan piringan, penunasan, pemupukan, hingga pemeliharaan tanaman di lapangan.
Menurutnya, pembelajaran langsung di kebun akan membantu peserta memahami penerapan standar budidaya secara nyata sehingga lebih mudah diterapkan ketika kembali mengelola kebun masing-masing.
Selain membahas aspek teknis budidaya, ia juga menyoroti semakin pentingnya peran kelapa sawit dalam mendukung program energi nasional melalui implementasi biodiesel. Dengan meningkatnya kebutuhan bahan baku crude palm oil (CPO), kualitas produksi kebun menjadi faktor yang semakin menentukan daya saing sawit Indonesia. (*)







