MIRZA-JIHAN? GUBERNUR! – Pimpinan TPT Mirza-Jihan: Bachtiar Basri (ketua), Rachmat Abdullah dan Munjidi Asmarantaka ( (ketua dan anggota wanhat), Diah D. Yanti (anggota bidang ormas dan komunitas), dan Ali Sopian (komandan penggerak desa), kampanye di Desa Wonosari, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, Minggu (3/11/2024). | Penggerak Desa TPT Mirza-Jihan/Muzzamil
Bongkar Post
LAMPUNG TIMUR – Om Bach, Rachmat Abdullah, Munjidi Asmarantaka, Ali Sopian, dan Diah Dharma Yanti turun gunung, pekik yel pemenangan, “Mirza-Jihan? Gubernur!” kontan turut menggaung, Minggu (3/11/2024).
Yel-yel, dari kata Inggris “yell” (bersorak atau berteriak), pekikan/sorakan penyemangat bagi tim/kelompok yang acap digunakan di ragam kegiatan melibatkan banyak orang ini memang dinilai penting; efektif membangun semangat solidaritas, melatih kreativitas dan kemampuan berekspresi. Selain, ye juga bisa menjadi ciri khusus, karkhas kelompok orang.
Demi mendengarnya, rasa-rasanya residu lelah Ketua Tim Pemenangan Terpadu (TPT) Cagub-Cawagub Lampung nomor urut 2, Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela Chalim (Mirza-Jihan), Bachtiar Basri, usai memimpin seratusan timses menghadiri Debat Publik Kedua Antar Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2024 di Novotel Lampung di Bandarlampung, Sabtu malam, bak kontan hilang. Om Bach sapaan karibnya kembali bugar.
Mantan Sekda Lampung Utara 2003-2008, Pj Bupati 2008-2011 lanjut Bupati Tulangbawang Barat 2011-2016, Wakil Gubernur Lampung 2014-2019 kini advokat itu, bersama Ketua Dewan Penasihat TPT Mirza-Jihan, Rachmat Abdullah yang juga Sekdaprov Lampung era Gubernur Oemarsono hingga Sjachroedin, turut mengkampanyekan profil, visi, dan misi, program kerja unggulan paslon nomor urut 2 Mirza-Jihan, sesuai STTP Polda Lampung, di tiga titik lokus di tiga kecamatan berbeda di Lampung Timur, pada Minggu (3/11/2024).
Berikut dua nama lain, juru kampanye, mantan Sekda Metro kini anggota Dewan Penasihat TPT Mirza-Jihan Munjidi Asmarantaka, dan aktivis perempuan dan anak, mantan Direktur Lembaga Advokasi Anak (LAdA) Damar kini anggota Fraksi PAN DPRD Provinsi Lampung dapil Lampung Timur cum anggota Bidang Ormas dan Komunitas TPT Mirza-Jihan, Diah Dharma Yanti.
Komandan Penggerak Desa TPT Mirza-Jihan, Ali Sopian, pegiat pemberdaya masyarakat desa sejak dua dasawarsa silam, kini advokat dan juga Sekretaris Panitia Pemekaran Bakal Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Natar Agung, memandu jalannya kampanye tatap muka terbatas tersebut.
“Hari ini kami turun ke Lampung Timur. Ada tiga titik lokasi kampanye. Pertama, di Desa Wonosari, Kecamatan Pekalongan. Hadir 150 warga, kemudian (selain tatap muka dialog, turut) dibagikan APK (alat peraga kampanye, red). Juru kampanyenya selain Om Bach, pak Rachmat, ada Mbak Diah penanggung jawab, dan Bang Munjidi. Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat antusias,” ujar Ali.
“Mereka (warga) bersemangat pekikkan yel-yel. Siapa kita (Mirza-Jihan!) Mirza-Jihan? (Gubernur!) Gubernur? Menang, menang!” ujar dia mengimbukan.
“Alhamdulillah memang masyarakatnya juga ramah, dan merupakan pendukung konstituen Bu Diah. Sehingga kami sangat yakin, suara di Kecamatan Pekalongan dan sekitarnya ini pada 27 November yang akan datang akan memilih pasangan Mirza-Jihan,” ujar Ali pula.
Saat jeda perjalanan dari titik pertama untuk bersua senada ratusan warga di titik kedua, Desa Kampung Tirto Kecamatan Way Bungur, baru lanjut titik ketiga di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Bandarsribhawono, Ali pun turut memberi laporan pandangan mata: buruknya kondisi infrastruktur jalan provinsi yang turut mereka lintasi.
“Ini jalan masuknya, lumayan kurang bagus. Maka bu Diah Dharma Yanti harus berjuang keras memperjuangkan aspirasi masyarakat sini, supaya jalan ini diperbaiki. Karena ada jalan-jalan yang memang merupakan jalan provinsi,” lapor dia, perjalanan ke titik kedua.
Tergolong top of mind, sebelumnya, Om Bach saat kesempatan berkampanye di bilangan Kampung Bangunrejo Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah, Rabu (23/10/2024 lalu, membetot perhatian ratusan warga setempat yang fokus menekuri bunyi pesan bijaknya bagi sesiapa pun warga calon pemilih Pilgub Lampung dan Pilbup/Pilwakot se-Lampung.
Agar, rakyat Lampung menimbang tiga poin kunci dalam memilih sosok pemimpin. Apalagi pemimpin daerah provinsi miniatur Indonesia, berpopulasi terpadat kedua di Sumatera, juga lumbung pangan, energi dan sumberdaya ini.
“Memilih pemimpin yang memiliki karakter yang kuat, ini penting. Seorang pemimpin harus memiliki tiga hal. Pertama, dia harus mampu menjadi guru, berarti berilmu. Kedua, mampu menjadi pelayan, artinya rendah hati, dekat dengan rakyat. Ketiga, mampu menjadi kawan, berarti tidak sombong dan selalu membaur dengan masyarakat. Semua itu ada dalam diri Mirza,” ujar Om Bach menggugah. (Muzzamil)







