Bongkarpost.co.id, Tulang Bawang
7 Januari 2025.
Pada acara perayaan ulang tahun Bupati Tulangbawang Qudratul Ihwan yang ke-61 tahun dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat Kabupaten Tulang bawang
para hadirin menyampaikan dukungan penuh terhadap program-program pembangunan yang tengah dijalankan.
Mereka juga berharap, hembusan isu-isu yang tengah menerpa Keluarga Bupati tidak mengurangi semangat dalam menggerakkan pembangunan di Kabupaten Tulang bawang.
Dikatakan Renggo mantan pentolan P3UW Bumi Dipasena Kecamatan rawa jitu timur,bahwa berbagai upaya pembangunan seperti peningkatan infrastruktur jalan, Pendidikan dan Kawasan ekonomi biru di wilayah pesisir nanti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kecamatan rawa jitu timur, rawa jitu selatan, rawa pitu dan Kecamatan Dente Teladas.
“Kita melihat betapa kerasnya Bupati bekerja untuk kemajuan daerah. meskipun ada beberapa isu kurang sedap yang beredar, kita sebagai masyarakat tetap percaya dan mendukung langkah-langkah yang diambil,” ucapnya.
Saat menerima ucapan selamat, Qudratul Ihwan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa semangatnya untuk membangun Kabupaten Tulang bawang tidak akan patah walau ada tantangan yang datang.
“Ulang tahun ini menjadi momentum untuk lebih fokus pada tugas dan tanggung jawab saya terhadap masyarakat Tulang bawang,semua upaya kami lakukan demi kesejahteraan masyarakat Tulang bawang,” ujar Bupati.
Pada kesempatan itu Qudratul Ihwan ingin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tulang Bawang apabila pada tahun pertama kepemimpinan pihaknya, sebagian masyarakat merasa pembangunan belum berjalan optimal seperti yang diharapkan. Tahun pertama ini dirinya memang banyak fokus pada penataan dasar pemerintahan dan upaya membuka pintu investasi, karena dirinya meyakini pembangunan yang kuat harus ditopang oleh kesiapan sistem dan dukungan ekonomi.
“Dalam proses tersebut, saya tetap percaya dan memberi ruang kepada roda pemerintahan untuk bekerja sesuai tugas dan fungsinya. evaluasi terus kami lakukan agar ke depan percepatan pembangunan bisa lebih dirasakan secara merata. bagi saya, kritik adalah pengingat, dan kepercayaan masyarakat adalah tanggung jawab yang harus dijaga dengan kerja nyata.
Kami terus melakukan pembenahan internal, mulai dari disiplin aparatur, pola kerja birokrasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Reformasi birokrasi bukan proses instan, tetapi membutuhkan konsistensi, keteladanan, dan komitmen bersama.”terangnya
“Saya ingin birokrasi benar-benar hadir untuk melayani masyarakat. Karena itu, evaluasi kinerja ASN dilakukan secara objektif dan berkelanjutan, agar pelayanan semakin cepat, transparan, dan akuntabel.”
Ketika di tanya beredar isu dan rumor yang menyasar pribadi dan keluarga Bupati, beberapa hari terakhir.
Pihaknya menegaskan bahwa tidak semua informasi yang beredar itu benar. Sebagian merupakan kesalahpahaman, bahkan ada yang tidak berdasar sama sekali. dirinya memilih menyikapinya dengan tenang dan bijak. dan walaupun ada isi tersebut sangat menyakiti psikologi dan keluarganya.
“Sebagai pejabat publik, saya dan keluarga memahami bahwa sorotan adalah bagian dari konsekuensi jabatan. namun saya pastikan, urusan pribadi dan keluarga tidak pernah mencampuri jalannya pemerintahan. fokus kami tetap pada pelayanan masyarakat. bicara dampak tentunya ada di psikologi keluarganya.,”bebernya
Menyangkut isu dan kabar yang kurang sedap Bupati mengajak masyarakat untuk tabayun dan lebih bijak menyikapi informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Apa lagi narasi narasi yang beredar di media sosial mari kita jaga ruang publik dengan dialog yang sehat dan saling menghormati.
Dalam suasana ulang tahun Bupati Tulang bawang Qudratul Ihwan yang akrab di sapa Udo, ketika di tanya terkait program di tahun 2026 ia mengatakan pemerintah akan fokus pengembangan Kawasan ekonomi Biru di wilayah pesisir Tulang Bawang, meliputi Kecamatan Rawa jitu Selatan, Rawa Jitu Timur, Rawa Pitu, dan Dente Teladas.
Di wilayah kawasan ekonomi biru , di tunjang dengan pengembangan perikanan,swasembada pangan, peternakan dan Industri .
Dalam hal ini pemerintah kabupaten Tulangbawang minta kepada pihak Dipasena mempersiapkan lahan 500 hektar untuk pembangunan industri hilirisasi di kawasan peternakan , perikanan dan pertanian tersebut.
“Pemerintah kabupaten Tulangbawang juga menggandeng pemerintah Provinsi Lampung, dimana rencana di wilayah kawasan ekonomi biru rawa jitu timur pembangunan pelabuhan, guna menunjang pengembangan pertanian,dimana wilayah kabupaten memiliki 48000 hektar.”jelasnya
Pemerintah kabupaten Tulangbawang berharap dengan di bangun kawasan biru pihak Investor yang berinvestasi dapat jauh lebih nyaman pasalnya kita bebaskan perizinan, sewa lahan di gratiskan.
Bicara kawasan biru, adalah wilayah yang sebelumnya adalah wilayah kecamatan rawa jitu timur, pernah berjaya perusahaan Dipasena kita berharap di masa mendatang kejayaan tersebut dapat di raih kembali melalui program Kawasan ekonomi biru.
“Tujuan utamanya adalah membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kami ingin membangun sistem ekonomi pesisir yang terintegrasi, dari produksi hingga pemasaran, sehingga nilai tambah ekonomi tetap berada di Tulang Bawang.”jelasnya
“Tentunya masyarakat lokal menjadi aktor utama. Program ini mencakup penguatan SDM, pelatihan, pendampingan usaha, serta pengembangan koperasi, BUMDes, dan kemitraan dengan sektor swasta. kami tidak ingin masyarakat kami hanya menjadi penonton.”
Disini Kawasan ekonomi biru harus berjalan seimbang dengan kelestarian lingkungan. Pemanfaatan potensi pesisir dilakukan secara bijak agar manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang.
“Harapan saya sederhana. Tulang Bawang terus bergerak maju, lapangan pekerjaan semakin terbuka, masyarakat sejahtera, dan pemerintahan berjalan dengan kejujuran serta tanggung jawab. Saya mohon doa dan dukungan agar kami dapat terus bekerja dengan niat baik demi Tulang Bawang.
Sedikit saya tambahkan terkait status bangun universitas megou pak di serahkan ke kepada Muhammadiyah jakarta cabang Tulangbawang, mengingatkan keterbatasan anggaran APBD kabupaten Tulangbawang sehingga langkah hibah bangunan kepada Muhammadiyah karna kalau pun di biarkan dapat di pastikan rusak bangun megou pak tersebut.,”tutupnya (can/ris)







