Maraknya Aksi Curanmor di Lampung Selatan Jadi Sorotan Publik

Maraknya Aksi Curanmor di Lampung Selatan jadi Sorotan Publik

 

Bacaan Lainnya

 

Bongkar Post, Lampung Selatan – Maraknya terjadi aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan begal di Lampung selatan dinilai menjadi sinyal lemahnya pengawasan sosial dan pencegahan kejahatan di tengah masyarakat.

Kondisi ini diperparah dengan pengaruh gaya hidup, judi online, hingga penyalahgunaan narkoba yang disebut ikut mendorong meningkatnya tindak kriminal jalanan dan sekaligus buat masyarakat resah,dan menjadi sorotan publik, Selasa (12/05).

Rusman Efendi,SH,MH ketua GRANAT,(Gerakan Nasional Anti Narkotika) Lampung Selatan sekaligus aktivis dan Avokad menilai meningkatnya kasus curanmor di Lampung Selatan provinsi lampung di pengaruhi banyak faktor sosial, mulai dari lemahnya nilai agama, gaya hidup, pengangguran, hingga pengaruh narkoba dan judi online.

Menurut dia, kejahatan tidak semata-mata disebabkan faktor ekonomi,sebab, tidak semua orang miskin menjadi pelaku kriminal.

“Kenapa kejahatan itu timbul di masyarakat? Faktornya banyak,bisa pendidikan, agama, ekonomi, dan seterusnya,tapi ternyata orang miskin belum tentu jadi penjahat ada juga yang ekonominya rendah tapi tidak melakukan kejahatan,” kata dia.

Ia menjelaskan, dalam banyak kasus, pelaku kejahatan justru terdorong karena gaya hidup yang tidak sesuai kemampuan ekonomi,Keinginan untuk terlihat mapan membuat sebagian orang memilih jalan pintas melalui tindakan kriminal.

“Di dalam konteks ini, gaya hidupnya ternyata tidak mampu dipenuhi,dia juga tidak bekerja, akhirnya melihat peluang. Peluang yang paling nyaman menurut mereka adalah melakukan tindakan kejahatan seperti mencuri dan membegal,” ujar dia.

“Ia dalam tindakan pencegahan yang harus di tingkatkan dengan cara membangun kesadaran masyarakat tentang penjagaan keamanan keluarga dan lingkungan karna keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak Polri tapi menjadi tanggung jawab semua warga negara mulai dari:

1.Menggalakan kembali Sistem keamanan lingkungan (Siskamling)

2.perbaikan sistem keamanan di sarana pemerintah, Pasum , serta parkir swasta dengan pemasangan CCTV dan penambahan personil keamanan

Kita berharap ada tindakan terhadap kejahatan yang sudah terjadi agar pihak polri segara mengidentifikasi,mengejar dan menangkap pelaku.

Rusman Efendi menyebut aksi curanmor dan begal kini telah menyebar hampir di seluruh wilayah di Lampung. Bahkan, menurut dia, sebagian pelaku menganggap aksi begal sebagai cara cepat memperoleh uang.

“Kerja membegal itu dianggap pekerjaan paling nyaman. Cukup pakai kunci letter T lalu motor bisa dibawa,” kata dia.

Ia juga menyoroti, adanya fenomena sosial yang mengkhawatirkan di kalangan remaja, di mana sebagian pelaku muda menjadikan aksi begal sebagai simbol keberanian dan status sosial.

“Jangan sampai muncul stigma di masyarakat bahwa bukan laki-laki kalau tidak begal, Ini berbahaya, karena ada kebanggaan sosial ketika seseorang sudah melakukan begal dan punya uang banyak,” ujarnya. (Daeng Agus)

Pos terkait