Lampung Bangkit, Lampung Bergerak

 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Para tokoh dan sepuh pergerakan Lampung, hari ini, Minggu (28 Februari 2026), berkumpul menyamakan pandangan terhadap fenomena Bangsa.

Hadir antara lain para mujahid dan mujahidah penggerak eks Front Pembela Islam (FPI), penulis, pengusaha, dan aktivis Islam.

Kegiatan berlangsung di Rumah Makan milik Hj. Fuad, Jln. Wolter Monginsidi, Bandarlampung. Di ketahui Hj. Fuad adalah mantan Ketua FPI Lampung, sebelum FPI di bubarkan.

Berkumpulnya para tokoh dan sepuh pergerakan ini berlatarbelang terpanggilnya rasa terhadap fenomena kebangsaan saat ini.

“Kami tidak akan hanya berdiam diri terhadap kedzoliman di depan mata. Karena itu kami kembali bersatu, berkumpul, untuk memukul segala bentuk penindasan, kebohongan, yang sudah tidak bisa dibiarkan,” ujar Aktivis Perempuan Lampung, Hj. Merry.

Tidak asal-asalan, ungkapnya, tidak abal-abalan, kebersamaan ini untuk melawan siapapun mereka yang berbuat kedzoliman, mereka yang merenggut kemerdekaan berfikir, dan mengancam keselamatan umat dan mereka para munafakun.

Kegiatan pertemuan para sepuh dan tokoh pergerakan Lampung ini juga di hadiri beberapa pimpinan pondok pesantren, Tuan Guru Edy Azhari, advokat Gunawan Pharrikesit.

“Kami berkumpul bermusyawarah, bertukar fikiran dan informasi. Selain itu juga mengidentifikasi beberapa persoalan yang memang harus segera disikapi,” ungkap Gunawan Pharrikesit.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ini merupakan inisiatif bersama. Dan memang termotivasi oleh GERAKAN MEREBUT KEDAULATAN RAKYAT (GMKR), beberapa waktu lalu.

“Merupakan gerakan politik di Indonesia dengan.di Hadiri para tokoh nasional, yang di prakarsai Said Didu. Dari situlah pertemuan ini kami laksanakan”.

Beberapa issu yang akan dikaji antara lain bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP) versi Donald Trump.

Bahwa decara sadar Presiden telah membawa Indonesia berdiri bersama Israel sebagai penjajah dan pelaku genosida di Palestina.

Ini sangat bertentangan dengan paragraf pertama Pembukaan UUD 1945 jelas-jelas menyebut bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh karenanya setiap penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.

“Issu lainnya mengenai makan bergizi gratis dan persoalan reformasi polri. Persoalan-persoalan-persoalan ini yang menjadi fokus,” paparnya. (*)

Pos terkait