Gubernur Lampung Simak Pidato Kenegaraan Prabowo, Swasembada hingga MBG Jadi Sorotan
Bongkar Post, BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Lampung dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jumat (14/8/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Lampung itu dipimpin Ketua DPRD Lampung Akhmad Giri Akbar. Hadir pula jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, pejabat tinggi pratama serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Lampung.
Gubernur Mirza tampak mengikuti secara langsung penyampaian pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti sejumlah agenda strategis nasional, mulai dari swasembada energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa sejumlah program pemerintah yang sebelumnya masih berupa rencana kini telah berjalan dan mulai dirasakan masyarakat.
Salah satu yang disorot adalah keberhasilan pemerintah menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026 melalui penerapan biodiesel B50 berbahan dasar kelapa sawit.
“Kita berhasil memproduksi biodiesel dengan B50 dari kelapa sawit, sehingga mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, sehingga kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun, sekitar 9,5 miliar dolar Amerika,” kata Prabowo.
Pesan tersebut menjadi penting bagi Lampung yang memiliki sektor pertanian dan perkebunan sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Selain swasembada energi, Prabowo
menegaskan program MBG menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun sumber daya manusia sejak usia dini.
“MBG adalah program makan gratis yang bergizi dan sehat untuk masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas, sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional,” ujar Presiden.
Bagi Lampung, agenda tersebut memiliki relevansi kuat dengan pembangunan daerah, terutama dalam penguatan kualitas pendidikan, kesehatan dan ketahanan pangan.
Sebelum pidato Presiden diperdengarkan, Ketua DPRD Lampung Akhmad Giri Akbar mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak sebatas seremoni, tetapi harus menjadi momentum untuk meneruskan perjuangan para pendiri bangsa.
“Sebagai penerus kemerdekaan, kita tentunya berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita proklamasi dengan senantiasa mengharapkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” kata Giri.
Sementara itu, Presiden Prabowo dalam pidatonya menegaskan bahwa 81 tahun kemerdekaan telah memberikan warisan besar kepada generasi saat ini berupa negara yang berdaulat dengan kekayaan yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
“Saya menerima mandat dari rakyat untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat. Saya memilih mengambil keputusan yang sulit, daripada mewariskan masalah yang lebih besar lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus kita,” tegas Prabowo.
Kehadiran Gubernur Lampung dalam rapat paripurna tersebut menandai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menyelaraskan pembangunan Lampung dengan arah kebijakan nasional yang disampaikan Presiden dalam momentum peringatan kemerdekaan.
Pidato kenegaraan itu sekaligus menjadi refleksi bagi pemerintah daerah bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada pencapaian masa lalu, tetapi harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Jim/*)







