Kontroversi VAR di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Gol Zico Menit ke-58 Dianulir, Argentina Bangkit Kalahkan Mesir 3-2
Bongkar Post | Atlanta – Gol kedua Mostafa Zico untuk Mesir pada menit ke-58 babak kedua dianulir wasit melalui tinjauan VAR dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina.
Keputusan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam pertandingan dramatis yang berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2 atas Mesir di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.
Pertandingan yang digelar Selasa malam (7 Juli) atau Rabu dini hari WIB itu menyajikan comeback epik juara bertahan. Mesir sempat unggul dua gol lebih dulu melalui Yasser Ibrahim (menit 15) dan Mostafa Zico (menit 67). Argentina membalikkan keadaan lewat gol Cristian Romero (79′), Lionel Messi (83′), dan Enzo Fernández (90+2′).
Kronologi Gol yang Dianulir:
Pada menit ke-58, Zico berhasil membobol gawang Emiliano Martínez setelah menerima umpan dari Mohamed Salah. Penyerang Mesir itu sempat merayakan dengan melepas jersey. Namun, wasit asal Prancis François Letexier dipanggil VAR untuk meninjau fase awal serangan.
VAR mendeteksi pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez di awal fase serangan Mesir, yang dinilai masih dalam “attacking phase” menuju gol tersebut. Setelah meninjau monitor, Letexier menganulir gol itu. Kontak tersebut terjadi jauh dari gawang Argentina, memicu perdebatan apakah intervensi VAR terlalu jauh.
Zico kemudian mencetak gol sah pada menit ke-67, menggandakan keunggulan Mesir menjadi 2-0. Namun, Argentina bangkit di 15 menit terakhir.
Reaksi dan Kekecewaan
Mostafa Zico menyampaikan kekecewaan keras pasca-laga. “Ini tidak adil. Wasit tidak adil. Injustice yang jelas dan nyata. Dia menyia-nyiakan usaha seluruh negara. Turnamen ini diarahkan ke Argentina,” ujar Zico kepada media setelah pertandingan.
Pelatih Mesir Hossam Hassan juga menuding ketidakadilan. Ia menyebut timnya “dicurangi” dan menyesalkan tidak adanya tinjauan VAR pada insiden lain, termasuk dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah sebelum gol penentu Argentina.
Sementara itu, wasit Letexier dan tim VAR membela keputusan berdasarkan protokol VAR yang memperbolehkan intervensi pada pelanggaran di fase serangan yang mengarah ke gol. Beberapa analis, termasuk mantan wasit, menyebut kontak Attia sebagai pelanggaran yang dapat ditinjau, meski ada kritik bahwa intervensi itu terlalu ketat dibandingkan standar sepanjang turnamen.
Pertandingan juga diwarnai insiden lain, seperti penalti Messi yang gagal di babak pertama dan protes keras kubu Mesir di akhir laga yang berujung kartu merah bagi staf pelatih mereka.
Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke perempat final, sementara Mesir tersingkir meski memberikan perlawanan sengit. Laga ini memperpanjang diskusi soal konsistensi VAR di Piala Dunia 2026, di mana teknologi tersebut kembali menjadi sorotan publik dan media internasional.
FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi ini. Kedua tim kini fokus pada langkah selanjutnya: Argentina menghadapi pemenang Kolombia vs Swiss, sementara Mesir mengakhiri perjalanan di babak 16 besar.
(*)







