Kepulangan Jamaah Haji Bandar Lampung Dimulai 15 Juni, Kemenag: Semua Tahapan Ibadah Lancar
Bongkarpost.co.id, Bandar Lampung
Setelah lebih dari tiga pekan menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jamaah haji asal Kota Bandar Lampung bersiap untuk kembali ke tanah air. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung, Drs. H. Makmur, M.Ag., menyampaikan bahwa kloter pertama dijadwalkan tiba di Asrama Haji pada hari Minggu, 15 Juni 2025.
“Insya Allah, pada hari Minggu tanggal 15 nanti, rombongan pertama jamaah asal Bandar Lampung akan mulai tiba. Itu merupakan rombongan pertama yang akan sampai ke Asrama Haji,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2025).
Bandar Lampung, lanjutnya, tergabung dalam enam kelompok terbang (kloter) selama musim haji tahun ini. Dari enam kloter tersebut, tiga kloter diisi penuh oleh jamaah asal Bandar Lampung, sedangkan tiga kloter lainnya merupakan gabungan bersama jamaah dari kabupaten dan kota lain di Provinsi Lampung.
“Selanjutnya, kepulangan akan berlangsung secara bergiliran. Bandar Lampung ini tergabung dalam enam kloter. Tiga kloter di antaranya penuh, sementara tiga lainnya terdiri dari gabungan dengan kabupaten atau kota lain. Jadi nanti Bandar Lampung akan kembali beberapa kali, bertahap,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh jamaah telah melalui tahapan-tahapan utama dalam ibadah haji, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, hingga thawaf dan sa’i di Masjidilharam.
Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan intensif dari para petugas kloter dan pembimbing ibadah yang ditugaskan secara resmi oleh Kementerian Agama.
Terkait kondisi jamaah, Kepala Kemenag menegaskan bahwa secara umum jamaah asal Bandar Lampung berada dalam kondisi baik.
“Kalau pun ada kendala, petugas kita yang ada di sana siap menangani. Kita percayakan pada petugas-petugas yang sudah disiapkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi jamaah umumnya berkaitan dengan perubahan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Perbedaan suhu cukup signifikan. Di sini bisa 30 derajat, sementara di sana bisa mencapai lebih dari 40 derajat. Kendala yang sering muncul biasanya terkait kesehatan, seperti dehidrasi,” ungkapnya.
Meski demikian, H. Makmur menyampaikan bahwa seluruh kloter dari Bandar Lampung telah dilengkapi dengan petugas kesehatan yang siaga sepanjang waktu.
“Setiap kloter dan rombongan sudah ada petugas yang standby. Petugas kesehatan kita juga aktif memantau dan mendampingi jamaah,” tegasnya.
Penanganan kesehatan dan bimbingan ibadah diberikan secara menyeluruh demi menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah selama berada di Tanah Suci.
“Untuk ibadah, alhamdulillah tidak ada kendala. Semuanya bisa dibimbing dan didampingi oleh petugas,” tutupnya.(*)







