Kampung Dente Makmur, Tingkatkan Pembangunan Jalan Onderlag ke Lapen

  • Whatsapp
foto: riswan

Tulangbawang,BP
Pemerataan pembangunan terus di percepat di kampung Dente Makmur Kecamatan Dente Teledas, pembanguanan melalui anggaran Dana Desa.

Bukan saja infrastruktur jalan onderlag atau bangunan badan jalan, kampung Dente Makmur di tahun anggaran 2018 sudah mampu membanguan peningkatan badan jalan yang sebelumnya jalan onderlag kini di banguan jalan lapen.

Bacaan Lainnya

“Sepanjang 1350 meter jalan yang tengah di kerjakan menggunakan anggaran dana desa sebesar Rp 460.000.000, dipastikan dua pekan mendatang jalan desa tersebut sudah dapat di nikmati masyarakat”, terang Sutrimo kepala kampung setempat saat di temui. Senin (05/08).

Meneurut Sutrimo, pembanguanan ruas jalan kampung di kampung Dente Makmur ini, kali pertamanya memberdayakan masyarakatnya dengan program padat karya peningkatan jalan dari onderlag ke lapen.

“Baru kampung Dente Makmur di kecamatan Dente Teladas yang nekat kelola dana desa yang di rialisasikan pembanguanan peningkatan badan jalan onderlag ke lapen, sementara waktu hitungan saya jauh evesien anggaran yang di habiskan dari pada pembanguanan yang bersumber dari dana APBD melalui dinas PUPUR”, terangnya.

Dikatakan Sutrimo bila, program dana desa dapat terus berjalan kedepanya dapat di pastikan pemerataan pembanguan kampung Dente Makmur dapat merata hal ini di lihat dari aspek padat karya dan gotong royong masyarakat kampung Dente Makmur begitu besar.

“Saya berharap masyarakat Dente Makmur dapat solit dalam upaya bersama sama membanguan kampung Dente Makmur, peran serta masyarakat serta unsur lainya sangat penting bersama- sama mengawasi kinerja para aparatur kampung”, harapnya

Lebih lanjut Sutrimo menuturkan pembanguanban ruas jalan kampung dengan anggaran 460.000.000 selurunya bersumber dari anggaran Dana Desa.

“Saya menghimbau kepada masyarakat kampung Dente Makmur agar dapat menjaga seluruh infrastruktur, termasuk nantinya setelah selesai pembangunan ruas jalan kampung, tentunya pengguna jalan seperti mobil masyarakat tidak melebihi tonase sehingga ruas jalan tersebut dapat bertahan lama”, tutup Sutrimo. (Ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *