HUT ke-81 RI, Imelda Dorong Peran Perempuan di Politik Berdampak ke Rakyat

oplus_32

Foto. Nopri (doc)

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni.

Kemerdekaan, khususnya bagi masyarakat, harus diwujudkan dalam kehidupan nyata dan dirasakan melalui kebijakan yang memberikan manfaat langsung.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Ketua PUAN Lampung, Imelda, S.H., saat menyampaikan pandangannya terkait momentum HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Imelda mengatakan, masih ada masyarakat yang menilai kemerdekaan belum sepenuhnya hadir dalam kehidupan mereka.

Karena itu, momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi dorongan bersama untuk terus memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak masyarakat.

“Harapan kami dengan adanya HUT RI ke-81 ini, kita ingin merdeka itu dalam arti yang sebenarnya. Sebagian rakyat kita menganggap merdeka itu hanya bahasa yang ada, dan menurut sebagian besar masyarakat, keinginan untuk benar-benar merdeka masih jauh,” ujar Imelda, Ketua DPW PUAN Lampung kepada media ini.

Menurutnya, cita-cita kemerdekaan harus terus diperjuangkan agar tidak berhenti sebagai slogan tahunan.

Ia berharap ke depan kondisi masyarakat semakin baik sehingga makna kemerdekaan benar-benar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depannya, apa yang menjadi keinginan masyarakat itu segera terwujud,” katanya.

Imelda menegaskan, perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan melalui jalur politik.

Karena itu, keberadaan perempuan di ruang politik harus mampu memberikan dampak nyata, bukan sekadar memenuhi keterwakilan.

Ia menyebut PUAN Lampung terus mendorong agar peran perempuan dalam dunia politik dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Sekaligus memperjuangkan porsi 30% keterwakilan perempuan dalam politik aktif terpenuhi.

“Program PUAN adalah bagaimana peran perempuan dalam dunia politik bisa berdampak langsung kepada masyarakat dan porsi keterwakilannya maksimal,” tegasnya.

Bagi Imelda, politik pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan rakyat. Keterlibatan perempuan di lembaga politik diharapkan mampu memperkuat perjuangan terhadap berbagai persoalan masyarakat sekaligus menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga. (Jim/red)

Pos terkait