Logo aplikasi digital layanan kesehatan masyarakat terintegrasi andalan Kemenkes, SATUSEHAT Mobile. | Google Play/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG, BONGKARPOST.CO.ID – Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran), melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis layanan baru: skrining kesehatan jiwa secara digital dalam aplikasi bebas unduh bebas akses PlayStore dan AppStore, SATUSEHAT Mobile. Gratis.
Skrining kesehatan, yakni pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini risiko gangguan kesehatan sehingga pengobatan dapat dilakukan tepat waktu, yang dapat dilakukan dengan ragam metode, seperti tes darah, pemindaian imaging, atau kuesioner.
Pemerintahan Prabowo-Gibran, membesut skrining kesehatan gratis ini sebagai upaya mempermudah masyarakat yang ingin mengecek kesehatan jiwa secara mandiri.
Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes, dr. Imran Pambudi, M.PHM menginfokan penggunaan SATUSEHAT Mobile untuk skrining kesehatan jiwa mandiri dapat membantu meningkatkan deteksi dini terhadap masalah kesehatan jiwa.
“Skrining sebagai langkah deteksi dini kondisi kejiwaan individu, sehingga jika ditemukan tanda-tanda masalah mental dapat segera dilakukan intervensi yang lebih cepat dan tepat. Melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile, masyarakat bisa lakukan skrining kesehatan jiwa secara mandiri,” terang Imran, lulusan S1 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan ASEAN Institute of Health Development MPHPM Program, Mahidol University ini.
Ketua Dewan Pengawas RSPI Sulianti Saroso itu menjelaskan, aplikasi itu jadi solusi digital yang bantu memperluas jangkauan skrining kesehatan jiwa demi meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan jiwa di masyarakat.
Cara skriningnya masyarakat pengguna cukup menjawab sejumlah pertanyaan tersedia.
“Hasil skrining diperoleh, bisa ditindaklanjuti ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) apabila terdapat indikasi masalah kesehatan jiwa,” ujar mantan Kasi Kesehatan Maternal 2012 – 2016, Kabag Kerja Sama Multilateral 2016 – 2018, Kasubdit Tuberkulosis 2018 – 2021, Koordinator Substansi Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes 2021 – 2022 ini.
“Hasil skrining dari individu yang menunjukkan adanya indikasi masalah kesehatan jiwa, nantinya akan diarahkan guna mendapatkan tindak lanjut ke fasyankes terdekat. Baik yang bisa dijangkau oleh individu tersebut maupun menggunakan fitur telemedisin yang telah tersedia,” sambung Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes kurun September 2022 – 2024 ini lagi.
Terpisah, Staf Ahli Teknologi Kesehatan cum Chief of Technology Transformation Office (TTO) Kemenkes, Setiaji, mengatakan fitur skrining kesehatan jiwa di SATUSEHAT Mobile dapat diakses gratis oleh masyarakat sebagai pengguna pemanfaatan layanan ini.
Disitat dari siaran pers Kemenkes, melalui Karo Komunikasi dan Pelayanan Publik, Aji Muhawarman, Selasa (3/12/2024), langkah akses layanan, dengan unduh SATUSEHAT Mobile melalui gawai di PlayStore/AppStore. Dicek, kapasitas layanan ini 27 MB.
Lalu, pilih menu ‘Fitur’ lalu fitur ‘Kesehatan Mental’. Berikutnya, pilih ‘Mulai Skrining’. Kemudian, jawab pertanyaan diajukan sesuai kondisi yang dialami 30 hari terakhir. Setelah selesai, hasil skrining akan muncul, termasuk edukasi kesehatan dan rekomendasi pelayanan kesehatan sesuai hasil skrining.
Menurut Setiaji, hasil skrining kesehatan jiwa melalui SATUSEHAT Mobile dapat membantu psikolog/psikiater mengetahui kondisi awal kesehatan mental individu bersangkutan saat lakukan pemeriksaan lanjutan ke fasyankes.
Hasil skrining dapat menjadi acuan dasar bagi psikolog/psikiater untuk mengetahui kondisi pengguna pada saat mengakses pelayanan kesehatan jiwa di fasyankes.
Lantaran, ragam pertanyaan fitur skrining ‘Kesehatan Mental’ di SATUSEHAT Mobile memakai standar kuesioner yang dipakai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Yaitu, Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk pengguna 10-17 tahun, Self-Reporting Questionnaire (SRQ) untuk 18 tahun ke atas.
Imbuhan informasi, SATUSEHAT Mobile, aplikasi digital kesehatan masyarakat andalan Kemenkes ini merupakan transformasi dari jenama aplikasi to markotop era pagebluk, PeduliLindungi, per 1 Maret 2023 lalu, seiring transformasi digital kesehatan di Indonesia yang bertemu kelindan masif kala pandemi.
Pengguna/pengunduh PeduliLindungi sebelumnya per tanggal itu hanya perlu perbarui aplikasi via PlayStore/AppStore baik manual/otomatis. Usai beri persetujuan syarat ketentuan di SATUSEHAT Mobile, pengguna hanya perlu log in surel/nomor ponsel yang telah terdaftar. Profil anggota, sertifikat dan tiket vaksin COVID-19 tersinkronisasi otomatis.
Usai beri persetujuan, pengguna tak perlu buat akun baru. Selain fitur eksisting di PeduliLindungi (vaksinasi COVID-19, hasil tes antigen/PCR, pindai QR Code saat check-in), ada fitur Diari Kesehatan untuk catat-pantau empat kondisi kesehatan diri-orang terdekat (pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, gula darah, detak jantung). Setelah itu muncul informasi seperti kurva kesehatan, analisis, rekomendasi tindakan lebih lanjut.
Diari Kesehatan SATUSEHAT Mobile dapat membantu, beri informasi hingga memantau kesehatan sesuai kondisi tubuh pengguna, bebas akses kapan di mana saja.
Pengembangan bertahapnya, SATUSEHAT Mobile menambahkan ragam fitur penunjang kesehatan personal lainnya yang bersumber data dan terintegrasi dengan rekam medis elektronik (RME) via SATUSEHAT Platform. Seperti, imunisasi anak, antre ke rumah sakit, hasil pemeriksaan, data pembelian obat.
Sejalan diluncurkannya SATUSEHAT Mobile, SATUSEHAT Platform juga buka kesempatan seluruh pihak untuk registrasi dan uji coba integrasi SATUSEHAT Platform melalui satusehat.kemkes.go.id/platform.
“Kami harap portal ini dapat jadi panduan bagi swasta maupun pengembang IT Diskes Kabupaten/Kota dalam menerapkan standar yang sama untuk lakukan interoperabilitas data dengan SATUSEHAT Platform,” pinta CTTO Setiaji.
Penyelia, interoperabilitas data: kemampuan data untuk dibagikan dan digunakan antar sistem elektronik yang saling berinteraksi. Interoperabilitas data ini memungkinkan berbagai sistem berkomunikasi satu sama lain dan berbagi informasi secara waktu nyata.
Interoperabilitas data didukung oleh standar, protokol, teknologi, dan juga mekanisme yang memungkinkan data mengalir di antara ragam sistem dengan intervensi manusia minimalis.
Dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik, interoperabilitas data memungkinkan sistem elektronik dengan karakteristik berbeda untuk saling berbagi data dan informasi secara terintegrasi.
Seperti terpantau, portal ini menyediakan pula ragam playbook bagi fasyankes dalam menyesuaikan standar interoperabilitas dan integrasi data, dari modul interoperabilitas, master data pasien, master data tenaga kesehatan, serta browser terminologi dan Kamus Farmasi dan Alat Kesehatan/KFA. (Muzzamil)







