Donor Darah PTPN I (Persero) Reg.7: Cuaca Ekstrem Ganggu Kesehatan

Donor Darah PTPN I (Persero) Reg.7: Cuaca Ekstrem Ganggu Kesehatan

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, BANDAR LAMPUNG – Musim kemarau cukup ekstrem di Lampung berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Cuaca panas itu cenderung memicu pasien komorbid kambuh sehingga membutuhkan perawatan medis intensif, termasuk kebutuhan darah donor. Mengisi momen ini, PTPN I (Persero) Regional 7 melaksanakan donor darah massal di Ruang Harmonis Kantor Regional di Bandar Lampung, Kamis (3/9/26). Sebanyak 66 kantong darah terkumpul pada aksi kemanusiaan yang difasilitasi PMI Provinsi Lampung itu.

Kepala Bagian Sekretariat dah Hukum PTPN I (Persero) Regional 7 Yohanes P. Siagian mengatakan, agenda sosial ini memang rutin digelar setiap tiga bulan, tetapi pada situasi tertentu, pihaknya memanfaatkan momentum. Dalam konteks ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan PMI untuk mengetahui tingkat urgensi terkait dengan kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.

“Donor darah ini adalah agenda rutin tiga bulanan, tetapi pada kondisi tertentu, misalnya ada bencana atau wabah yang membutuhkan pasokan darah banyak, kami bisa menyesuaikan. Untuk kali ini memang tidak ada KLB (kejadian luar biasa), tetapi kita antisipasi mendukung PMI mengingat cuaca cukup ekstrem akibat kemarau ini. Kami senang bisa sedikit berkontribusi aspek kemanusiaan untuk orang-orang yang membutuhkan,” kata Pak Jo, sapaan akrab Yohanes Siagian.

Yohanes menambahkan, donor darah juga diikuti karyawan PTPN IV Regional 7 yang berkantor di gedung yang sama. Selain dari Kantor Regional, peserta donor juga datang dari beberapa unit kerja (Kebun) di sekitar Bandar Lampung. yakni, Kebun Way Berulu dan Way Lima (Pesawaran) dan Kebun Kedaton, Bergen, dan Pematang Kiwah (Lampung Selatan) .

Lima tenaga medis terdiri dari satu dokter dan empat paramedis, dibantu dua tenaga administrasi, Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi Lampung melayani antrean karyawan. Sebelum diambil darahnya, peserta donor diperiksa kesehatan dasarnya oleh dokter, diambil sample darahnya untuk dites kelayakannya, baru kemudian diambil darahnya. Beberapa peserta batal mendonorkan darahnya dengan beberapa sebab. Antara lain karena sedang minum obat, tensi tidak ideal, dan sebab lain.

Wiwik Rahayu, salah satu paramedis yang bertugas mengambil darah pendonor menyatakan apresiasinya kepada karyawan PTPN I (Persero) dan PTPN IV Regional 7. Ia mengatakan, pihaknya hanya menargetkan 60 kantong darah pada kegiatan ini, tetapi antusiasme karyawan melebihi ekspektasi.

“Kami berterima kasih kepada manajemen dan karyawan PTPN I (Persero) Regional 7 yang rutin melaksanakan donor darah kolektif. Selain itu, kesadaran para karyawannya juga sangat bagus sehingga yang hadir untuk donor juga banyak. Hari ini kami cuma targetkan 60 kantong tetapi kami dapat 66 kantong. Kami berharap tiga bulan ke depan lebih banyak lagi,” kata dia.

Tentang persediaan darah di PMI Lampung, Wiwik mengaku relatif cukup untuk melayani permintaan darah dari beberapa rumah sakit di Bandar Lampung. Ia juga menyebut tingkat kesadaran masyarakat untuk donor darah juga cukup baik.

“Kalau kaitannya dengan kemungkinan adanya kenaikan permintaan darah karena lonjakan pasien akibat cuaca kemarau yang ekstrem, saya tidak tahu persis. Tetapi, ya mungkin saja ada. Yang pasti, kami dari PMI terus siaga dan dengan senang hati jika ada yang akan donor,” kata dia.

Nurjanah (48), salah satu karyawan PTPN I (Persero) Regional 7 yang ikut donor darah mengaku aktif dan intensif mendonorkan darahnya di PMI. Ia mengatakan, donor darah menjadi bagian dari agenda rutin untuk berbagi kesehatan kepada sesama.

“Saya rutin donor darah. Kalau nggak sempat di momen rutin tiga bulanan di Kantor (PTPN I (Persero) Regional 7), biasanya saya langsung ke PMI. Kayaknya sudah jadi kebutuhan. Selain untuk kesehatan, juga untuk sedikit sedekah untuk kemanusiaan,” kata dia. (*)

Pos terkait