LPS Ajak Generasi Muda Dalam Kelola Keuangan dan Waspada Secara Cerdas Dalam Pinjaman Online
Bongkar Post, Bandar Lampung
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengajak generasi muda khususnya Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA), untuk semakin cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan, yang digelar Aula GKU 1, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Jum’at (04/09/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITERA, Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., serta Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum, Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si.(Han), Ph.D.
Wakil Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Adzwar, mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam menggunakan berbagai fasilitas keuangan, termasuk kartu kredit dan layanan pinjaman online (pinjol).
Menurutnya, kemudahan akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai manfaat, risiko, serta kemampuan finansial masing-masing. Jangan sampai kemudahan memperoleh pinjaman justru menjadi beban dan menimbulkan persoalan keuangan di kemudian hari.
“Cerdas Finansial, Aman Menata Masa Depan. Mahasiswa harus cerdas dalam mengambil keputusan keuangan. Pahami manfaat, risiko, serta kemampuan diri sebelum menggunakan fasilitas kredit maupun pinjaman,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Salah satunya dengan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, serta menentukan skala prioritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami dorong adek-adek Mahasiswa untuk mulai membangun finasial yang sehat sejak dini agar kebiasaan, serta kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, dan menentukan skala prioritas sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, Angel dan Sarah, mahasiswa ITERA yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku senang dapat mengikuti kuliah umum literasi keuangan tersebut.
Menurut mereka, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menentukan skala prioritas.
“Kami sangat senang mengikuti kuliah umum ini karena mendapatkan ilmu baru yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami jadi lebih memahami bagaimana menentukan mana yang harus diprioritaskan dan mana yang bukan,” ujarnya.
Mahasiswa berharap kegiatan literasi keuangan seperti ini dapat terus dilakukan karena memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam mengelola keuangan secara bijak.
“Kami berharap tidak hanya memiliki wawasan akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab sebagai bekal dalam menata masa depan kami,” ujarnya mahasiswa.(WB)







