Diduga Tutupi Dapur, Aslap SPPG Sindangpanon Bojong Usir Wartawan dengan Nada Keras 

Diduga Tutupi Dapur, Aslap SPPG Sindangpanon Bojong Usir Wartawan dengan Nada Keras 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, PURWAKARTA — Akses informasi publik di SPPG Sindangpanon, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta kembali dipersoalkan. Seorang petugas yang mengaku sebagai Asisten Lapangan atau Aslap berinisial H, diduga melarang wartawan melakukan konfirmasi langsung ke dapur SPPG.

Peristiwa itu terjadi saat awak media mendatangi lokasi SPPG Sindangpanon yang beralamat di Sukaresmi RT 13/07, Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.

Sesampainya di lokasi, media bermaksud menemui Kepala SPPG untuk konfirmasi terkait kegiatan dapur. Namun niat baik itu langsung ditolak.

“Ketika kami tanyakan keberadaan kepala SPPG, yang bersangkutan malah balik bertanya ‘Bapak dari mana?’. Setelah kami jawab dari media, dengan nada keras dia menjawab ‘Oh maaf, nggak bisa’,” ujar Aslap tersebut.

Penolakan tersebut dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik. Pasalnya, SPPG merupakan program yang menggunakan anggaran negara dan wajib diawasi publik.

Mahesa Jenar, selaku Ketua LSM Barak Indonesia Kabupaten Purwakarta, mengecam keras tindakan Aslap tersebut. Menurutnya, menghalangi tugas jurnalistik sama saja dengan menutup akses kontrol sosial.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Kalau tidak ada yang ditutupi, kenapa wartawan dilarang masuk ke dapur? Publik berhak tahu bagaimana proses di SPPG berjalan. Jangan sampai ada yang disembunyikan,” tegas Mahesa Jenar, Kamis (16/07/2026).

Ia mendesak pihak pengelola SPPG Sindangpanon dan dinas terkait untuk segera mengevaluasi sikap petugas di lapangan. Mahesa juga meminta agar ke depan tidak ada lagi intimidasi atau pelarangan terhadap media yang menjalankan tugas konstitusionalnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala SPPG Sindangpanon belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut. (Maman)

Pos terkait