Bongkarpost.co.id (Pesawaran) – Realisasi Dana Desa Tahun 2022 Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan diduga menjadi lahan korupsi Oknum Aparat Perangkat Desa setempat.
Kuat dugaan Indikasi tersebut terbukti dari pengakuan beberapa penerima BLT DD dan Ketua RT di lingkup desa tersebut yang mengaku belum dibayar gajinya selama lima bulan.
Lidya warga RT 2 Dusun 5 Desa Sukajaya Lempasing saat ditanyakan wartawan, mengaku dirinya hanya mendapatkan BLT DD untuk dua bulan saja.
Sementara satu bulan lainnya, sebagaimana yang disampaikan petugas yang membagikan, akan diberikan dalam waktu minggu-minggu ini, namun hingga saat ini dana tersebut tidak kunjung diberikan.
“Waktu itu petugas dari perangkat desa yang memberikan dana tersebut, kata beliau sisa satu bulannya nanti akan diberikan minggu-minggu ini, tapi sampai saat ini sudah dua Minggu belum juga ada informasi,” ujarnya, Selasa (13/12/2022).
Selain pembagian BLT DD yang diduga dikorupsi nuansa korupsi juga dapat dilihat dari pengakuan salah seorang Ketua RT yang mengaku, hingga saat ini gaji insentif yang seharusnya diterima, baik dari DD maupun ADD belum kunjung diberikan selama lima bulan.
“Ya benar, memang sudah lima bulan insentif kami belum diberikan, saat ditanya katanya karena Pajak PBB nya belum memenuhi ketentuan, jadi belum bisa diberikan insentif tersebut,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Plh Sekretaris Desa (Sekdes) Rusli Efendi tidak membantah adanya permasalahan tersebut.
Dirinya membenarkan penyaluran BLT DD yang seharusnya diberikan sebanyak tiga kali dalam tiga bulan tersebut, namun hanya diberikan untuk dua bulan saja.
“Waktu itu saya udah nanya ke bendahara, katanya uang itu ada direkening dan hanya cukup untuk dibayarkan selama dua bulan, makanya saya sampaikan kepada Kadus dan RT nya seperti itu,” kata Rusli lewat sambungan telpon.
Kemudian, terkait sisa uang tersebut, dirinya mengaku tidak mengetahui, apakah masih ada atau sudah lenyap.
“Kalau itu saya tidak tahu, apakah uang itu masih ada atau tidak, karena yang pasti tau kan bendahara. Sementara saya masih baru menjabat sebagai sekdes,kalau untuk jumlah penerima kalo tidak salah 160 orang,” tambahnya.
Sementara Kepala Desa Sukajaya Lempasing Zainuri hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi.
Saat dihubungi lewat whatsapp dengan nomor 0812 2666 8*** walaupun berdering tidak diangkat. Dan dibalas melalui pesan Whatsapp yang mengaku sebagai anaknya dan menyampaikan bahwa orang tuanya sedang sakit.
(Imron/Akbar)







