Diduga Asal Jadi, Proyek Jalan Lataston Dinas PUPR Lamtim Mulai Retak Seribu

Lampung Timur, BP
Peningkatan jalan lataston sebagai jalan alternatif menghubungkan dua Kecamatan Batanghari Nuban dan Kecamatan Pekalongan sudah mulai mengalami rusak dan retak seribu. Diperkirakan peningkatan jalan tersebut menelan anggaran mencapai miliaran rupiah melalui Dinas PUPR Kabupaten Lampung Timur.

Hingga Jum’at ( 6/11) hari ini, sejumlah retak di sepanjang jalan mulai terlihat, bahkan kerusakan kini terus bertambah. Adapun panjang jalan yang telah selesai dikerjakan oleh pihak rekanan tersebut mencapai 1.500 meter.

Bacaan Lainnya

Karno, warga dusun 4 RT 20 warga Sukaraja Nuban mengatakan, hasil bangunan rehap jalan kurang maksimal dan sehingga tidak menggutamakan mutu dan berkualitas bangunan jalan lataston tersebut juga sangat tipis.

“Jalan ini baru selesai dibangun hampir dua bulan lalu,harapan saya jalan ini diperbaiki ulang karena tipis,” ungkap Karno.

Kemudian, Paimin selaku ketua RT dusun 4 mengatakan, jika dirinya tidak mengetahui siapa rekanan yang mengerjakan bangunan jalan tersebut.

“Kami enggak tau siapa pemborongnya dan yang mengerjakan siapa jalan ini, tanyakan pak Lurah dan pak Camat saja mas mukin mereka tahu dengan nama pemborong dan nama perusahaan atau CV, kami sebagai masyarakat hanya berharap kepada pihak pemerintah supaya bisa segera memperbaiki jalan ini, karena baru dibangun sudah rusak kembali, ini kan tidak benar bekerja seperti ini,” kata Paimin.

Perlu diketahui, proyek peningkatan jalan lataston sebagai jalan alternatif penghubung Kecamatan Batanghari Nuban dan Kecamatan Pekalongan tidak memiliki papan informasi sehingga terkesan proyek tak bertuan. Selain itu juga, kerusakan tersebut juga diindikasikan akibat lemahnya tim pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Lampung Timur.

Saat awak media ini mendatangi kantor Camat Batanghari Nuban untuk menkonfirmasi jalan lataston yang baru dibangun sudah mulai retak dan siapa pemborong dan nama CV perusahaan Camat So’im mengatakan tidak tahu.

Saya tidak tahu, tidak ada surat pemberitahuan CV atau kordinasi ke saya,” kata So’im. (Fadli)

Pos terkait