Diawal Salat Gaib, Demo IMM Metro di DPRD Tegaskan Tuntutan Tagih Janji Pemerintah Daerah

Diawal Salat Gaib, Demo IMM Metro di DPRD Tegaskan Tuntutan Tagih Janji Pemerintah Daerah

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Metro –– Ada pandangan berbeda pada saat ratusan mahasiswa yang tergabung dalam ikatan mahasiswa muhammadiyah ( IMM ) Kota metro menggelar aksi bertajuk “September gelap” massa orasi mengawali dengan menggelar salat gaib berjamaah di halaman DPRD kota metro.

Salat pada aksi yang berlangsung, Kamis(4/9/2025) tersebut di imami langsung oleh Walikota Metro Bambang iman Santoso. Namun bagi IMM keberadaan Walikota maupun Wakil Wali Kota tak mengurangi ketegasan tuntutan yang disuarakan untuk menagih janji dan menguji keseriusan pemerintah daerah serta DPRD dalam mengelola tata kelola pemerintah yang bersih, transparan dan berpihak pada rakyat.

IMM menegaskan bahwa aksi September gelap bukan sekedar protes melainkan peringatan keras bagi DPRD dan pemerintah, karena masih begitu banyak persoalan di Kota Metro ini seperti menuntut evaluasi terbuka terhadap 10 program strategis yang selama ini dijanjikan. Dari program tersebut, terungkap hanya 8 paket yang dapat dijalankan, sementara 2 paket lainnya terpaksa dibatalkan.

Paket strategis pertama yang dibatalkan adalah pembangunan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah Kelurahan Karangrejo (DAK). Dan yang kedua terjadi pada program rehabilitasi Saluran Pembuang dan Sodetan Anak Sungai Way Batanghari di Kecamatan Metro Timur.

Kemudian juga IMM tmenyoroti isu-isu krusial, mulai dari persoalan sampah di Metro bukan lagi sebatas estetika kota, melainkan sudah menyentuh aspek kesehatan dan lingkungan hidup.

Sorotan berikutnya tertuju pada kasus beras oplosan yang sempat disidak oleh wakil walikota Metro Rafieq Adi Pradana bersama dinas perdagangan beberapa waktu lalu.

Menurut IMM, hingga kini belum ada kejelasan terkait hasil uji laboratorium maupun tindak lanjut nyata terhadap temuan tersebut.

Imm juga mengangkat persoalan tenaga harian lepas (THL). Mereka menuding adanya dugaan manipulasi data yang berpotensi menimbulkan praktik korupsi dalam pengelolaan dana APBD.

Serta terkait persoalan gaji honorer dan dana bantuan operasional sekolah (bos), mereka menuntut penyaluran dana BOS dilakukan tepat waktu tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan pendidikan. Dan untuk oknum yang terbukti menyelewengkan anggaran pendidikan agar segera ditindak tegas.

Secara umum. Aksi imm Metro mencerminkan ketidakpercayaan mahasiswa terhadap peran DPRD menurut mereka, DPRD seharusnya menjadi lembaga pengawas utama namun justru cenderung mundur dalam mengawal kepentingan publik. (**)

Pos terkait