Bongkar Post – Winarni Nanang Ermanto Ajak Civitas Akademika Universitas Saburai Dalam Penanganan Stunting di Lamsel

Winarni Nanang Ermanto Ajak Civitas Akademika Universitas Saburai Dalam Penanganan Stunting di Lamsel

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Bandarlampung,

Hj. Winarni Nanang Ermanto selaku istri dari bupati Lampung Selatan dalam pembekalan mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Sang bumi rua jurai (Saburai) tahun 2024, memaparkan Gerakan pengentasan stunting di kabupaten Lampung Selatan.

Dalam kesempatan itu, Winarti menjelaskan kondisi stunting di Lampung Selatan dan upaya penanganannya.

Menurutnya, Lampung Selatan adalah salah satu kabupaten pertama di Indonesia yang menjadi lokasi penanganan stunting sejak 2018, dengan angka prevalensi stuntingnya 29.08 persen. Bahkan di tahun 2013 angka prevalensi stunting sampai 43 persen, angka ini menunjukkan bahwa dari 100 balita 43 stunting.

“Alhamdulillah saat ini kondisi prevalensi stunting di kabupaten Lampung Selatan turun menjadi 9.9 persen dan mendapatkan pengakuan sebagai salah satu upaya terbaik tingkat nasional pada tahun 2021 dan 4 tahun berturut-turut terinovasi se-provinsi Lampung sejak 2021,” ujarnya, saat memberikan materi pembekalan kepada mahasiswa KKN Universitas Saburai, Sabtu 15/6/2024.

Menurut dia, keberhasilan ini berkat kerja keras dan gotong royong dari berbagai pihak, seperti, masyarakat, pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terlibat lainnya, dalam menerapkan strategi percepatan penurunan stunting.

“Strategi penurunan stunting Lampung Selatan di awali dengan gerakan swasembada wc, gerakan swasembada gizi, swasembada K3 dan saat ini kepala daerah mengkonsolidasi segala upaya pembangunan sumberdaya manusia melalui gerakan proyek cetak generasi unggul Lampung Selatan,” ujar dia.

“Dengan tujuan untuk penyiapan sumber daya manusia unggul Lampung Selatan,” lanjutnya.

Pada prinsipnya, Winarni menilai, gerakan penurunan stunting di Lampung Selatan adalah untuk mendekatkan layanan kesehatan dan ketersediaan gizi kepada masyarakat.

“Kita juga memastikan masyarakat mendapatkan semua layanan dan mendorong keterlibatan semua pihak dalam prosesnya,” ungkapnya.

Peran Civitas Akademika SABURAI Dalam Penanganan Stunting.

Dalam kesempatan ini, istri dari orang nomor satu di Lampung Selatan itu, mengajak seluruh civitas akademika universitas Saburai untuk lebih terlibat dalam upaya pembangunan di Lampung Selatan.

Dia mengungkapkan ada 2 peran mahasiswa dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Menurut dia, sebagai personal mahasiswa adalah calon-calon orang tua yang kelak akan berkeluarga dan memiliki anak, untuk itu ia pun berpesan, dari sekarang harus menjaga kondisi kesehatan jasmani dan rohani serta, menerapkan perilaku hidup sehat, karena menurutnya kondisi saat ini akan berpengaruh kelak dalam kehidupan berumah tangga.

“Sebagai mahasiswa dan lembaga ilmu pengetahuan, mahasiswa dan universitas Saburai adalah agen perubahan peradaban. Ilmu pengetahuan yang di miliki sangat berguna dalam meningkatkan kesejahteraan diri sendiri dan masyarakat, ucapnya. (Jim)

Pos terkait