Pj Gubernur Lampung Ketiga* – Dr. Drs. H. Samsudin, S.H., M.H., M.Pd., Staf Ahli Bidang Hukum Olah Raga Kemenpora, dilantik oleh Mendagri M Tito Karnavian berdasar Keppres Nomor 69/P Tahun 2024 tanggal 14 Juni 2024, di Jakarta, Rabu 19 Juni 2024. | dok/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Per 19 Juni, dia tak lagi teka-teki, yang terkadang bisa benar, kadang pula bisa ngawur.
Seperti disiplin ilmu keguruan, yang pernah dia timba 30 dekade silam hingga sandang sarjana, zaman itu masih Doktorandus atau kerennya “Drs”, pada Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) 1992, yakni Sarjana Pendidikan Kimia yang cenderung ilmu pasti, kini edar kabar pendar setahun terakhir kontan henti per hari itu dia resmi Penjabat Gubernur. Lampung.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi Purn Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D., untuk dan atas nama Presiden Joko Widodo, melantiknya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Lampung pengganti Gubernur Lampung 2019—2024 yang telah berakhir masa jabatannya pada 12 Juni 2024: Arinal Djunaidi.
Tanpa sadar, kariris birokrat pekacamata kelahiran Subang, Jawa Barat 15 Juni 1967, lengkap gelar Dr. Drs. Samsudin, S.H., M.H., M.Pd. ini, pelantikannya penanda tunai emban amanat dimulai, yang berkebetulan lima hari usai usianya genap 67 tahun ini bak jadi kado terindah sepanjang karir kepemerintahannya.

Pj Gubernur Lampung Pertama – Tursandi Alwi, saat itu Dirjen Sospol Depdagri, menjabat 4 Desember 2003-2 Juni 2004, kariris birokrat cemerlang kelahiran Sukau, Lampung Barat, dilantik Mendagri Kabinet Gotong Royong Mega-Hamzah 2001-2004, Hari Sabarno di Jakarta, 2003. | Repro Liputan6 SCTV/Bisri Merduani/Muzzamil
Rabu 08.00 WIB sesuai maktub undangan, Samsudin dilantik berdasar Keppres 69/P Tahun 2024 tanggal 14 Juni 2024 tentang Pengangkatan Jabatan Gubernur Lampung di Sasana Bhakti Praja Lt 3 Gedung C Kemdagri, Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat.
Sebagaimana petikan undangan Kemendagri Nomor 100.2.1.3/2750.SJ tentang Pelantikan, ditandatangani oleh Plt. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Komisaris Jenderal Polisi (Komjenpol) Tomsi Tohir Balaw, atas nama Mendagri, tertarikh 15 Juni 2024.

Pj Gubernur Lampung Kedua – Ir Boytenjuri CES, saat itu Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan pada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri, bersama Gubernur Lampung Ridho Ficardo, disaksikan Mendagri saat itu, (kini mendiang) Tjahjo Kumolo; menjabat singkat 10 hari berdasar Keppres Nomor 58/P 2019 tarikh 31 Mei 2019, kurun 2-12 Juni 2019. | dok Puspen Kemendagri/Muzzamil
Tomsi, jebolan Akpol 1990, mantan Kapolda Banten 2018, Kapolda Nusa Tenggara Barat Januari-April 2020, Staf Ahli Sosial Politik Kapolri 1 Mei 2020-29 Juni 2022, sejak 29 Juni 2022 hingga kini masih menjabat Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri ini; notabene juga putra terbaik asal Lampung, putra mendiang Kolonel Purn M Tohir Ismail Balaw gelar Suttan Perwira Negara (penyimbang Marga Balaw) dan Hajah Mariam Zanariah (putri Pangeran Haji Suhaimi gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi, Sultan Sekala Bekhak XXI Kepaksian Pernong Lampung).
Tomsi, sepupu kandung tokoh asal Lampung lainnya, salah satu tokoh masyarakat adat dan masyarakat hukum adat Lampung, salah satu tokoh inti kesultanan adat Nusantara: Ketua Dewan Kehormatan Majelis Adat Kesultanan Nusantara (MAKN); penangkap Hercules saat Kapolrestro Jakarta Barat, eks Kapolda Lampung 2015; sejak 18 Mei 1989 hingga kini Raja Kerajaan Adat Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan XXIII, Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong.
Mendagri, tulis Sekjen Tomsi, mengundang Gubernur Lampung 2019—2024 Arinal Djunaidi, Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Lampung terhitung sejak 13 Juni 2024 sampai batas terbit Keppres Pj berdasar Radiogram Mendagri Nomor 100.2.1.3/2719/SJ tarikh 12 Juni 2024 ditandatangani Mendagri yakni Fahrizal Darminto yang juga Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung. Keduanya diundang beserta istri.
Juga, delapan unsur Forkopimda Lampung Plus: Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay, Kapolda Lampung Irjenpol Helmy Santika, Danrem 043/Gatam Brigjen Rikas Hidayatullah dan Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung I Gde Ngurah Sriada, Ketua Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Asnahawati, Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Pangeran M. Bun Yamin Letkol Pnb Yosi Hadi Wiyanto, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Lampung Kolonel Laut (P) Dwi Atmojo, Kepala BIN Daerah Lampung Brigjen Warseno.
Empat dari Pemprov Lampung, yakni Asisten I Setdaprov Lampung Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Qudrotul Ikhwan; Asisten II Setdaprov Lampung Bidang Perekonomian dan Keuangan, Mulyadi Irsan; Asisten III Setdaprov Lampung Bidang Administrasi Umum, Senen Mustakim; serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Lampung, Binarti Bintang.
Dan, 10 orang dari pihak keluarga Pj Gubernur Lampung (saat itu bakal) terlantik, Samsudin.
Samsudin, Pj Gubernur Ketiga Informasi pengingat, Pj Gubernur Lampung terlantik Samsudin, tercatat dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia dan pemerintahan daerah di Lampung, sebagai orang ketiga yang mengampu jabatan tersebut.
Setelah, Tursandi Alwi, Pj Gubernur Lampung pertama, menjabat 4 Desember 2003 hingga 2 Juni 2004, kariris birokrat cemerlang asal Lampung Barat.
Tugasnya pun, cukup berat (terbukti sukses) mengawal pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) 2004 diikuti 24 partai politik nasional guna memilih 550 Anggota DPR RI, 128 Anggota DPD RI, Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota se-Indonesia periode 2004-2009 pada 5 April 2004.
Sekaligus, mengawal pelaksanaan Pilgub Lampung Ulang oleh DPRD Lampung pada 26 Mei 2004 yang dimenangkan duet Sjahroedin Z.P. – Samsurya Ryacudu sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2004-2009 yang langsung dilantik setelah Presiden Megawati Sukarnoputri menerbitkan Keppres Nomor 71/M Tahun 2004 tarikh 1 Juni 2004.
Plong naik daun, Tursandi telah balik Jakarta, saat hajat pesta demokrasi lainnya, terakbar terbesar di dunia, bersejarah hingga kelak, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) langsung pertama pascareformasi 1998: Pilpres 2004, yang diluar dugaan berlangsung dua putaran.
Sekalian, yakni Pilpres putaran pertama 5 Juli 2004 diikuti lima paslon tercatat di sejarah republik: terbanyak. Yakni paslon nomor urut 1 Wiranto-Salahuddin Wahid, nomor urut 2 alias petahana Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi (Mega-Hasyim), nomor urut 3 Amien Rais-Siswono Yudo Husodo (Amien-Siswono), nomor 4 Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK), dan nomor urut 5 petahana Hamzah Haz-Agum Gumelar (Hamzah-Agum).
Hasilnya diumumkan 26 Juli 2004, dari 153.320.544 pemilih terdaftar, 122.293.844 pemilih (79,76 persen) gunakan hak pilih.
Paslon penantang, duet Menko Polkam dan Menko Kesra era Kabinet Gotong Royong Mega-Hamzah 2001-2004: SBY-JK unggul putaran pertama 33 persen suara, disusul pejawat Mega-Hasyim 26 persen suara, dan penantang lainnya, duet eks Panglima ABRI dan Menhankam/Pangab Wiranto dan Gus Solah adik Gus Dur meraup 22 persen suara.
Tragisnya nasib politik kakak Gus Solah, yakni mantan presiden keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, gagal ikut Pilpres 2004 berduet dengan bacawapres Prof Dr Marwah Daud Ibrahim, pendaftarannya oleh KPU dinyatakan tidak diterima faktor tidak lulus pemeriksaan kesehatan.
Alhasil dari lima paslon tak satu pun meraih suara lebih dari 50 persen, lantas digelar Pilpres 2004 putaran kedua 20 September 2004, diikuti paslon peraih suara terbanyak pertama-kedua, nomor urut 4 SBY-JK, dan nomor urut 2 Mega-Hasyim.
Hasil finalnya diumumkan 4 Oktober 2004, dari 150.644.184 pemilih terdaftar, 116.662.705 pemilih (77,44 persen) gunakan hak pilihnya. Dari total jumlah suara, 114.257.054 suara (97,94 persen) dinyatakan sah, Mega-Hasyim meraih 44.990.704 suara (39,38 persen) dan SBY-JK meraup 669.266.350 (60,62 persen).
Lampung? Dari sekitar 4,5 juta suara, Partai Golkar kuasai 21,62 persen Pileg 5 April 2004 dan empat kadernya melenggang ke Senayan. Disusul PDI Perjuangan 19 persen suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) posisi ketiga, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di tempat keempat dengan 7,45 persen suara (pecah rekor cuma di Lampung PKB masuk lima besar pemenang Pileg 2004 dari semua provinsi di Sumatera), dan kelima, pendatang baru Partai Demokrat dengan 6 persen suara.
Untuk Pilpres putaran pertama, di Lampung SBY-JK 39,45 persen dibayangi Mega-Hasyim bersaing ketat dengan Wiranto-Salahuddin Wahid 24 persen, Amien-Siswono dekat 10 persen, baru juru kunci Hamzah-Agum.
Dan untuk hasil Pilpres putaran kedua di sini, dari total 3.573.014 suara sah pemilih, duet Mega-Hasyim raup 1.407.236 suara, SBY-JK meraup 2.165.778 suara.
Tursandi, pria berambut khas putih kelahiran Sukau, Lampung Barat, 14 Oktober 1950 ini, jebolan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Palembang dan tiga kampus ibu kota: Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), Fakultas Hukum Universitas Taruma Negara (Untar), S2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta; pernah jadi Wakil Camat dan Camat di dan terakhir Wakil Walikota Jakarta Barat; lantas ditarik ke (dulu masih) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) sebagai Kepala Balitbang, lalu Dirjen Pembangunan Daerah dan Dirjen Sosial Politik Depdagri; lalu jadi Pj Gubernur Gorontalo 16 Februari—22 September 2001, baru ke Lampung, setelah itu Pj Gubernur Kalimantan Selatan Maret—Agustus 2005, dan Sekretaris Wakil Presiden RI 2007—2010 era dua Wapres: Jusuf Kalla dan Boediono.
Berturut-turut, Tursandi Alwi pernah ditugasi sebagai Komisaris PT Pelindo III (2007-2010), pascapensiun sebagai Komisaris PT Angkasa Pura II (2010-2015), Wakil Ketua Umum KONI Pusat (2019-2023), dan Komisaris PT Brantas Abipraya per 31 Januari 2023 sampai saat ini.
Dan Pj Gubernur Lampung kedua, alumnus S2 Prancis, Ir Boytenjuri CES, saat itu adalah Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan pada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri (ex officio dikepalai Mendagri, saat itu, kini mendiang) Tjahjo Kumolo; menjabat singkat 10 hari berdasar Keppres Nomor 58/P 2019 tarikh 31 Mei 2019, kurun 2-12 Juni 2019.
Pengingat lainnya, Lampung juga pernah dipimpin sementara sebanyak dua kali oleh Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung yakni Pjs Gubernur Lampung kurun 5 Mei hingga 5 Desember 2023, juga Tursandi Alwi.
Dan, Pjs Gubernur Lampung kurun 13 Februari hingga 23 Juni 2018, Didik Suprayitno. Didik saat itu Staf Ahli Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kemendagri, dilantik bertugas berdasar Surat Mendagri 121.18-234 Tahun 2018 tarikh 12 Februari 2018.
Secara konfigurasi riil politik pemerintahannya sesuai latar situasi kala bertugas, kedua Pjs Gubernur ini beda situasi dihadapi.
Tursandi saat dilantik pun, dibayangi aksi demonstrasi elemen Lampung pendukung perjuangan pelantikan gubernur dan wagub terpilih produk Pilgub Lampung 30 Desember 2002 Alzier-Ansory yang dianulir oleh rezim Mega-Hamzah melalui SK Mendagri saat itu Hari Sabarno.
Mendagri murah senyum itu 1 Desember 2003 menerbitkan SK 161.27-598 soal Pembatalan Keputusan DPRD Lampung soal Penetapan M Alzier Dianis Thabranie – Ansyori Yunus sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2003-2008, dan SK 121.27\/1.989\/SJ tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Ulang, belakangan dari upaya gugatan hukum Alzier, klimaks dengan terbit Putusan Mahkamah Agung 437/2004 membatalkan kedua SK itu, sifatnya sudah inkracht van gewijsde, final dan mengikat.
Untuk diketahui, Tursandi ini paket komplit, menjabat sejak dari berstatus Pelaksana Tugas (Plt) dilantik Mendagri Hari Sabarno 5 Februari – 5 Mei 2003 saat dia Kabalitbang Depdagri, setelah itu baru sebagai Pjs Gubernur Lampung per 5 Mei-5 Desember 2003. Badai menghebat, kokoh pula pijakan Tursandi tertambat.
Didik lebih beruntung, memimpin Lampung telah dalam alam politik demokratis relatif sejuk. Didik bertugas sebab gubernur dan wakil gubernur saat itu, M Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri lagi cuti kampanye Pilgub 27 Juni 2018, Pilgub Lampung ke-3 langsung itu.
Pelantikan Samsudin, khidmat. Usai nyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Keppres, pengucapan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, plus serah terima jabatan Ketua TP PKK dan Ketua Pembina Posyandu Lampung dari Riana Sari ke Pj, Maida Wati Restu Ningsih Samsudin.
Mendagri berterima kasih pada Arinal-Riana, berpesan ke Samsudin pentingnya bangun komunikasi, jalin kerja sama dengan seluruh elemen demi percepat pembangunan, cepat beradaptasi dengan segala situasi setempat.
“Termasuk hal-hal reguler,” pesan Tito, lanjut terkait Pilkada, agar Samsudin selalu jaga kondusivitas, stabilitas pemerintahan, dan pelaksanaan pembangunan daerah, serta berkomunikasi baik dengan multipihak di Lampung.
“Dengan ucap syukur saya resmi melantik Staf Kemenpora Samsudin sebagai Pj Gubernur Lampung. Ini mungkin pengalaman baru menjabat kepala daerah. Ini jadi tantangan baru, dan kunci dari teritorial adalah penguasaan wilayah. Kemampuan komunikasi sosial jauh lebih penting daripada kemampuan teknokratik. Percepatan pembangunan, pengentasan stunting, penguatan sektor penting lainnya jadi tantangan Pj Gubernur Lampung.
Termasuk memanasnya kondisi sosial politik jelang Pilkada Serentak November 2024. Sehingga kondusivitas di Lampung harus tetap terjaga. Saya harap pak Samsudin cepat beradaptasi. Bangun komunikasi, banyak bertanya dengan pak Arinal dan Ketua DPRD, juga Forkopimda lainnya,” petikan pidato arahan direktif Tito.
Upacara usai lanjut ramah tamah, Samsudin balik ke kantor Kemenpora, baru ikut jamuan makan siang bareng tetamu pelantikan asal Lampung di Wisma Lampung, Jl Tomang Raya 40, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat.
Konferensi pers, Tito lelagi mengintensi, Samsudin harus mampu bangun hubungan ke Forkopimda, tokoh, stakeholders, dan kepala daerah kabupaten/kota.
“Hubungan harus bagus, karena jadi kepala daerah pantangannya banyak, penanggung jawab tertinggi pemerintahan tingkat provinsi, wakil pemerintah pusat di provinsi, dan koordinator kepala daerah kabupaten kota.”
Tito mewanti Samsudin, figur non politik tanpa hambatan politik bisa menjabat Pj ini, jangan sampai tersandung rasuah.
“Beliau tak punya biaya politik jadi Pj tanpa biaya apa pun. Maka saya selalu mewanti seluruh Pj, jangan berpikir seperti kepala daerah hasil Pilkada yang keluar biaya politik ingin mengembalikan, akhirnya terkena kasus pidana korupsi. Bertugas dengan baik untuk kepentingan rakyat melalui program pemerintah. Lampung salah satu daerah berkembang pesat saat ini. Salah satu lumbung pangan di Indonesia, wisata alamnya sangat-sangat berpotensi banyak, tanahnya sangat subur, tenaga kerja cukup, tapi tolong ini semua dijalani dengan baik, di kampung sendiri,” titah Tito.
Penyelia, 8 Mei 2024, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay memimpin Rapat Paripurna DPRD Lampung Dalam Rangka Usulan Persetujuan Peresmian Pemberhentian Gubernur Lampung Masa Jabatan Tahun 2019-2024 di Ruang Sidang DPRD Lampung dihadiri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
“Berdasar peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang telah disebutkan, masa jabatan Gubernur Lampung 2019-2024 akan berakhir 12 Juni 2024,” kata Mingrum, usulan disampaikan ke Presiden melalui Kemendagri. “Untuk mendapatkan jadwal pemberhentian.”
Sebab publik kepo, media massa berlomba sajikan terdepan profil singkat Samsudin.
“Sapa sih mutiara terpendam ini? Orang pada heboh dari tahun kemaren, eh ‘pengantin’nya kayak nyumput (bersembunyi, red) di Gelora Senayan haha,” antara lain, komentar warga.
Samsudin –ada yang menyapanya Aa’ Udin, pernah tinggal di Perum Bataranila Hajimena Natar, Lampung Selatan masa jadi Guru PNS mapel Kimia di SMA Al Kautsar, Rajabasa Bandarlampung kurun 1993-2002.
Dia guru pertama Al Kautsar, pernah jadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana era Kepsek Ali Imron (juga mantan Kepala SMAN 1 Pringsewu). Dia lantas pindah mengajar ke SMAN 2 Tanjungkarang (kini Bandarlampung) medio 2003-2005.
Istrinya Maida Wati Restu Ningsih berasal dari Kabupaten Pringsewu. Jika alumnus Ridho Ficardo kelak gubernur, Samsudin sivitas pertama yang jadi Pj Gubernur. Lampung.
Aa’ Udin hobi tenis meja dan tenis lapangan. Kecintaan “kimiawi”-nya pada dunia olah raga, dicurah dengan aktif di pengurusan provinsi sejumlah induk cabang olah raga.
Hijrah ibu kota per 2005, Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ini terakhir turut dilantik jadi Staf Ahli (Sahli) Bidang Hukum Olah Raga Kemenpora pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kemenpora oleh Menpora Zainudin Amali disaksikan Waka KASN Tasdik Kinanto, duta Kemenko PMK, di Auditorium Wisma Kemenpora, 1 Maret 2021.
Prosesi mendasari Keppres 12/TPA dan 26/TPA Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenpora ini, sekaligus memberhentikan Dr Yuni Poerwanti dari jabatan Sahli Bidang Politik Kemenpora.
Selain Samsudin, 8 pejabat terlantik lainnya kala itu; Dr Hamka Hendra Noer (Sahli Bidang Budaya Sportivitas), Dr Dwijayanto Sarosa Putra (Sahli Bidang Hubungan Pusat Daerah).
Dan dilantik berbasis struktur baru; Gatot Sulistiantoro Dewa Broto sebagai Sekretaris Kemenpora, Prof Dr Faisal Abdullah SH MSi DFM (Kadep Bidang Pemberdayaan Pemuda), Dr HM Asrorun Ni’am MA (Kadep Bidang Pengembangan Pemuda), Dr Raden Isnanta (Kadep Bidang Pembudayaan Olah Raga), Chandra Bhakti MSi (Kadep Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga) dan Dr Jonni Mardizal (Sahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan).
Menarik, pejabat terlantik diminta Menpora kenakan seragam KORPRI. Amali jelaskan alasannya: mengingatkan mereka ini pejabat ASN yang bekerja di birokrasi pemerintah.
“Sejak saya memimpin, saya minta untuk setiap pelantikan menggunakan baju KORPRI, supaya tiap pejabat ketika akan memulai pekerjaannya dalam tugas dan sesuai posisi masing-masing selalu mengingat dia adalah ASN, pejabat di birokrasi pemerintahan bukan pegawai swasta. Sebab berbeda karakternya ketika mengelola birokrasi pemerintahan dan non pemerintahan. Mudah-mudahan dengan simbolisasi pelantikan gunakan baju KORPRI kita selalu mengingat tujuan kita: mengabdi pada bangsa dan negara sesuai tugas fungsi kita masing-masing,” tutur Amali.
Amali saat itu menjelaskan, pihaknya terus berupaya terus berbenah diri. Salah satunya dengan terus perbaiki tata kelola birokrasi. Pun berbuah hasil dengan diraihnya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Di Kemenpora, Samsudin meniti dari jadi Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Teknis (2005-2008) dan Kabid Pengembangan pada Asdep Kaderisasi Kepemimpinan Pemuda (2008-2011), lalu Kabid Pengembangan Penghargaan Kepemudaan (2011-2013).
Lalu jadi Kabag Evaluasi dan Pelaporan 2013-2015, Kabag Humas (2015), Kabag Program dan Anggaran 2015-2016, lalu Asdep Standarisasi dan Infrastruktur Olah Raga 2016-2019, Karo Perencanaan dan Organisasi 2016-2018, Sekretaris Deputi Pembudayaan Olah Raga (2018), dua periode Sahli Bidang Hukum Olah Raga 2018-saat ini.
Laiknya ASN, 2006 dia pernah ikut Diklatpim III BPPSDM Kesehatan Kemenkes, Diklatpim II Lembaga Administrasi Negara (LAN) 2017 dan Diklatpim I LAN 2019, kursus bahasa Inggris National English Centre 2008, Pelatihan Pengembangan Pribadi dan Public Speaking Akt. III Bina Mitra Mandiri Indonesia 2010, Pelatihan Penulisan Berita, Feature, Press Release Graha Media School di 2015.
Guru sejati, Samsudin juga mau merepotkan diri menjadi dosen Program Studi Magister Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kepoin “banda”-nya, berdasar Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tanggal penyampaian 11 Januari 2023 jenis laporan periodik tahun 2022, Samsudin pengampu NHK 546919.
Tergolong sederhana mobil pribadi tak punya, hartanya Rp2.718.644.796. Perinci, tanah dan bangunan senilai Rp2.775.000.000 di Jakarta Timur, tanah dan bangunan 149m²/252m² Rp1.100.000.000, tanah bangunan 249 m²/550m² di Jakarta Timur Rp1.600.000.000, tanah dan bangunan 500m²/24m² di Bogor Rp75.000.000. Keempatnya hasil sendiri.
Lalu, alat transportasi dan mesin total senilai Rp8.100.000, berupa motor Honda Kharisma 2003 senilai Rp2.100.000, dan Honda Scoopy 2014 senilai Rp6.000.000, juga hasil sendiri. Harta bergerak lain Rp6.150.000, kas setara kas Rp594.796, harta lainnya Rp18.800.000, dan memiliki hutang senilai Rp90.000.000.
Samsudin hari ini, 20 Juni 2024, bak “raja sehari”, gempita disambut hangat kalangan pejabat, dan rakyat Lampung. Kurun delapan bulan maksimal setahun kedepan Samsudin menjabat, untuk ukuran Lampung dengan genap bentang masalah bentang kendalanya, tak sedikit publik menaruh harap, Samsudin mampu mengurai tuntas, mem-belanja-kannya secara taat asas. Dan me-legasi kelak, di sini, “di kampungnya sendiri”. (Muzzamil)







