Warga Dusun Umbul Gelimbung Lampung Timur Mogok Bayar Pajak, Alihkan Dana untuk Perbaikan Jalan Swadaya

Warga Dusun Umbul Gelimbung Lampung Timur Mogok Bayar Pajak, Alihkan Dana untuk Perbaikan Jalan Swadaya

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | Lampung Timur – Kekecewaan warga Dusun Umbul Gelimbung, Kabupaten Lampung Timur, terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki mendorong mereka mengambil langkah ekstrem. Sejumlah warga menyatakan tidak akan membayar pajak tahun ini dan mengalihkan dana tersebut untuk membangun jalan secara swadaya.

Aksi ini terekam dalam video yang viral di media sosial sejak awal Juli 2026. Dalam rekaman tersebut, seorang warga secara terbuka menyatakan niatnya mengalihkan uang pajak untuk membeli semen dan material bangunan guna memperbaiki akses jalan utama dusun yang kondisinya sudah rusak parah.

“Daripada terus-menerus disetor ke kas negara tapi dampaknya tidak dirasakan, lebih baik uangnya dipakai langsung untuk beli semen. Hasilnya nyata dan langsung bisa dinikmati warga,” ujar salah satu pernyataan warga yang beredar dalam narasi video tersebut.

Menurut informasi yang beredar, jalan di Dusun Umbul Gelimbung telah lama rusak berat, menghambat mobilitas warga sehari-hari serta distribusi ekonomi lokal. Warga mengaku telah berkali-kali melaporkan keluhan ke dinas terkait, namun janji perbaikan pemerintah daerah tak kunjung terealisasi. Kondisi ini memicu aksi gotong royong swadaya, di mana warga patungan material dan tenaga untuk memperbaiki jalan.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah merespons isu ini. Ia menyatakan bahwa perbaikan jalan di wilayah tersebut dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Warga Dusun Umbul Gelimbung sendiri disebut sedang bergotong royong memperbaiki jalan sambil menunggu intervensi pemerintah.

Aksi warga ini menuai beragam tanggapan di media sosial. Banyak yang mendukung semangat swadaya dan gotong royong, dengan tagar seperti “Lampung Timur Luar Biasa” dan apresiasi terhadap inisiatif mandiri masyarakat. Namun, langkah mogok bayar pajak juga memicu diskusi tentang tanggung jawab fiskal warga dan kewajiban pemerintah dalam penyediaan infrastruktur dasar.

Pemerintah daerah Lampung Timur sebelumnya telah meluncurkan berbagai inovasi pelayanan pajak, seperti Samsat Drive Thru di Mataram Baru, untuk memudahkan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Meski demikian, kasus di Umbul Gelimbung menunjukkan adanya gap antara penerimaan pajak dan perbaikan infrastruktur di tingkat dusun.

Hingga berita ini diturunkan, perbaikan jalan swadaya di Dusun Umbul Gelimbung masih berlangsung. Pihak Pemkab Lampung Timur diharapkan segera memberikan respons konkret agar kekecewaan serupa tidak meluas.

(*)

Pos terkait