Walikota Eva Dwiana Kunjungi Rumah Duka Korban Banjir Bandang di Bumi Waras
Bongkar Post | Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengunjungi rumah duka keluarga Dewi Melani (34), warga yang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Selasa (14 April 2026) malam.
Kunjungan tersebut dilakukan Rabu (15 April 2026) pagi setelah air surut, untuk menyampaikan duka cita sekaligus memantau penanganan pasca-banjir. Dewi Melani terjebak di dalam rumahnya di RT 06, Lingkungan 1, Kelurahan Garuntang, saat tanggul di dekat rumah roboh akibat hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam hari. Air banjir bandang datang secara tiba-tiba dan membuat korban tidak berhasil diselamatkan.
Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto, membenarkan kejadian tersebut. “Jadi korban Dewi ini meninggal dunia, terjebak di dalam rumah karena tanggul yang berdekatan dengan rumahnya jebol,” ujarnya, Selasa (14 April 2026) malam.
Suami korban, Andri (35), sempat memegang tangan istrinya saat banjir menerjang, namun arus air yang kuat membuat upaya penyelamatan gagal. Di hadapan Wali Kota Eva Dwiana, Andri menceritakan kronologi pilu tersebut, termasuk satu anak mereka yang sempat berada di loteng saat kejadian.
Hujan deras disertai petir dan angin kencang memicu banjir di sekitar 21 titik di Kota Bandar Lampung. Genangan air mencapai ketinggian hingga 70 cm di beberapa permukiman dan jalan protokol, menyebabkan lalu lintas lumpuh sementara. Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, dan instansi terkait mengevakuasi puluhan hingga ratusan warga dari kawasan rawan, termasuk di Bumi Waras.
Hingga Rabu (15 April 2026) pagi, ini merupakan satu-satunya korban jiwa dari banjir kali ini. Genangan di sejumlah titik mulai surut, namun BPBD masih memantau wilayah rawan.
Peristiwa ini berbeda dengan banjir sebelumnya pada Maret 2026 yang menelan lebih banyak korban.
Pihak berwenang mengimbau warga tetap waspada terhadap hujan lanjutan dan menghindari bantaran sungai serta area rawan banjir. Pemkot Bandar Lampung terus melakukan pembersihan dan pendataan dampak banjir. (*)







