H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum PAOI, Siap Satukan Perantau Ogan hingga Tingkat Nasional

H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum PAOI, Siap Satukan Perantau Ogan hingga Tingkat Nasional

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Keluarga besar masyarakat Ogan yang berdomisili di Provinsi Lampung resmi membentuk Persatuan Anak Ogan Indonesia (PAOI) sebagai wadah silaturahmi dan pemersatu perantau asal Ogan.

Pembentukan organisasi tersebut ditandai dengan terpilihnya H. Nuryadin, S.H. sebagai Ketua Umum dalam musyawarah yang digelar di Kantor BPP KAIM, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 60 tokoh dan masyarakat asal Ogan itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga menghasilkan keputusan penting terkait pembentukan kepengurusan inti organisasi.

Dalam musyawarah yang berlangsung secara mufakat, peserta menetapkan H. Nuryadin sebagai Ketua Umum, Jondri sebagai Sekretaris, dan Farrurrozi sebagai Bendahara Umum.

Selaku tuan rumah, Nuryadin mengatakan pertemuan tersebut digelar untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antarperantau Ogan sekaligus membangun wadah yang dapat menyatukan masyarakat Ogan di berbagai daerah.

“Hari ini kami mengundang keluarga besar masyarakat Ogan untuk bersilaturahmi. Sebagaimana pesan para orang tua, silaturahmi dapat memperpanjang umur, melapangkan rezeki, dan membawa keberkahan dalam kehidupan. Karena itu, kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga dan perkuat,” ujar Nuryadin.

Usai dipercaya memimpin organisasi tersebut, Nuryadin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia menegaskan amanah tersebut akan dijalankan dengan semangat kebersamaan dan pengabdian untuk seluruh masyarakat Ogan.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Ketua Umum Persatuan Anak Ogan Indonesia. Amanah ini bukan milik pribadi, melainkan amanah bersama yang harus dijalankan dengan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong. Saya meyakini organisasi yang besar lahir dari niat yang baik dan kebersamaan yang kuat,” katanya.

Menurut Nuryadin, PAOI hadir bukan untuk membangun sekat berdasarkan asal daerah, melainkan menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Ogan yang berasal dari Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir (OI).

Ia menilai masyarakat Ogan memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya gotong royong, kepedulian, dan kekeluargaan yang perlu dijaga di tengah kehidupan perantauan.

“Kami ingin menghadirkan wadah yang mampu menyatukan pikiran, mempererat hubungan kekeluargaan, dan menjadi sarana untuk saling membantu. Semangat yang kami bangun adalah semangat persatuan. Tidak ada sekat-sekat perbedaan karena pada dasarnya kita adalah satu keluarga besar yang memiliki akar budaya dan sejarah yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nuryadin mengatakan PAOI diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh elemen masyarakat Ogan, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, generasi muda, hingga mahasiswa.

“Orang Ogan memiliki nilai luhur berupa persaudaraan dan kebersamaan. Nilai-nilai itulah yang ingin kami hidupkan melalui PAOI. Kami ingin organisasi ini menjadi ruang yang mempertemukan berbagai potensi masyarakat Ogan untuk bersama-sama memberikan manfaat bagi sesama,” katanya.

Sebagai langkah awal, PAOI akan fokus menyusun struktur kepengurusan secara lengkap dalam dua bulan ke depan.

Setelah itu, organisasi akan mengurus legalitas melalui notaris serta menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan organisasi.

“Kami memohon waktu sekitar dua bulan untuk menyempurnakan kepengurusan. Setelah struktur organisasi terbentuk, kami akan mengurus legalitas agar PAOI memiliki dasar hukum yang kuat dan dapat menjalankan program-program organisasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Nuryadin juga mengajak seluruh masyarakat Ogan yang berada di berbagai daerah untuk bergabung dan berkontribusi dalam membesarkan organisasi tersebut.

“Sudah saatnya masyarakat Ogan memiliki satu wadah besar yang mampu menghimpun seluruh potensi yang kita miliki. Tidak ada lagi sekat OKU, OKI, maupun OI. Yang ada adalah semangat kebersamaan sebagai keluarga besar Ogan yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, PAOI menargetkan dapat berkembang tidak hanya di Lampung, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di Indonesia hingga menjadi organisasi yang memiliki jaringan nasional.

“Kami ingin PAOI tumbuh menjadi organisasi yang modern, terbuka, dan bermanfaat. Tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi wadah yang mampu memperkuat solidaritas sosial, membantu sesama, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa. Harapan kami, Persatuan Anak Ogan Indonesia dapat hadir di berbagai provinsi dan menjadi organisasi yang dikenal karena karya serta pengabdiannya kepada masyarakat,” tutur Nuryadin.

Setelah kepengurusan lengkap dan legalitas organisasi rampung, PAOI berencana menggelar pengukuhan dan pelantikan pengurus secara resmi sebagai penanda dimulainya perjalanan organisasi.

“Insya Allah setelah seluruh kepengurusan terbentuk, kami akan melaksanakan pengukuhan dan pelantikan. Kami ingin momentum itu menjadi langkah awal untuk membangun organisasi yang solid, bermartabat, dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Ogan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Terbentuknya PAOI menjadi tonggak baru bagi masyarakat Ogan di perantauan. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah pemersatu yang mampu menjaga nilai-nilai kekeluargaan sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat Ogan dalam kehidupan sosial, pembangunan daerah, dan kemajuan bangsa.(Jim)

Pos terkait