Wakil Ketua DPRD Lampung Fauzan Sibron Dukung Pembangunan Krakatau Park

Bandar Lampung, BP
Wakil Ketua DPRD Lampung, Fauzan Sibron mengaku mendukung penuh pembangunan destinasi baru bernama Krakatau Park di Kawasan Wisata Bakauheni, Lampung.

“DPRD Lampung sangat mendukung penuh adanya kawasan wisata Krakatau Park ini,” kata Fauzan, Kamis (18/3/2021).

Bacaan Lainnya

Bukan tanpa alasan Fauzan mengutarakan dukungan tersebut. Menurutnya adanya destinasi wisata Krakatau Park tersebut dapat berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tak cuma itu, Fauzan menilai Krakatau Park yang nantinya bakal berada di Kawasan Wisata Bakauheni atau Bakauheni Harbour City itu bakal menjadi pusat wisata baru di Tanah Air, selain Bali.

“Keberadaan destinasi wisata Krakatau Park ini tentunya akan membangkitkan ekonomi di sektor pariwisata. Selain itu, ini juga bisa menjadi pusat wisata baru selain Bali,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.

Fauzan mengungkapkan bahwa secara geografis, keberadaan Krakatau Park di Kawasan Wisata Bakauheni juga cukup strategis karena dekat dengan Ibu Kota Jakarta.

“Karena secara geografis dekat dengan Jakarta dan juga merupakan pintu masuk gerbang Pulau Sumatera. Apalagi, dengan adanya Tol Trans Sumatera tentunya dapat semakin memudahkan dan mepercepat jalur transportasi ke kawasan wisata tersebut,” jelasnya.

“Dengan adanya kawasan wisata ini, diharapkan bisa menjadikan Lampung destinasi wisata baru bukan hanya untuk wisatawan lokal, tapi juga dunia karena Lampung memiliki geografis yang indah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Provinsi Lampung bakal segera memiliki destinasi baru wisata Krakatau Park. Proyek bernama Bakauheni Harbour City (BHC) ini direncanakan mulai dibangun tahun ini dan ditargetkan selesai 2022.

Pembangunan Proyek Bakauheni Harbour City yang akan digarap Pemerintah Provinsi Lampung bersama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Hutama Karya (Persero) dan PT. ITDC, ini pun kini memasuki babak baru setelah dirampungkannya Visioning Masterplan Kawasan dan Feasibility Study. (*)

Pos terkait