Usung Ecopreneurship dan Inovasi Teknologi, 191 Mahasiswa Universitas Saburai Siap Terjun Bangun Desa di Lampung

Usung Ecopreneurship dan Inovasi Teknologi, 191 Mahasiswa Universitas Saburai Siap Terjun Bangun Desa di Lampung

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) mulai mempersiapkan ratusan mahasiswanya untuk terjun langsung ke tengah masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026.

Sebanyak 191 mahasiswa dibekali berbagai materi penguatan sebelum diterjunkan ke sejumlah desa di Provinsi Lampung.

Pembekalan yang berlangsung di Graha Saburai, Sabtu (20/6/2026), menjadi tahap awal untuk membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tingkat desa. Tahun ini, program KKN mengangkat tema “Penguatan Desa Berkelanjutan melalui Ecopreneurship dan Inovasi IPTEK untuk Mendukung dan Menyukseskan Asta Cita di Provinsi Lampung.”

Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, SE., MM, menegaskan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

“KKN merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Di lapangan, mahasiswa akan belajar memahami persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus dituntut menghadirkan solusi yang relevan dan bermanfaat. Inilah implementasi langsung dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Sodirin saat membuka kegiatan.

Menurutnya, tema ecopreneurship dan inovasi teknologi yang diusung tahun ini sejalan dengan kebutuhan pembangunan desa yang semakin menuntut kreativitas, inovasi, serta pendekatan berkelanjutan.

“Mahasiswa akan dibekali pemahaman mengenai filosofi KKN, pengelolaan potensi sumber daya daerah, penerapan ecopreneurship hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Harapannya, program yang dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak jangka panjang bagi desa,” ujarnya.

Sodirin juga mengingatkan peserta KKN untuk menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi penugasan. Ia meminta mahasiswa mampu beradaptasi dengan masyarakat serta menghormati nilai-nilai lokal yang berkembang di desa.

“Junjung tinggi etika, hormati adat istiadat setempat, dan bangun kolaborasi yang baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat. Kehadiran mahasiswa harus memberikan manfaat dan meninggalkan kesan positif,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sodirin secara resmi membuka rangkaian pembekalan KKN Universitas Saburai Tahun Akademik 2025/2026.

Sementara itu, Ketua Pelaksana KKN sekaligus Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Saburai, Novalia, S.Pd., M.Si, mengungkapkan bahwa dari total 191 peserta, sebanyak 47 mahasiswa telah mengikuti program Mahasiswa Berdampak di Sumatera Barat yang mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Adapun 144 mahasiswa lainnya akan menjalankan KKN reguler yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Utara.

“Mereka akan ditempatkan di delapan desa, yaitu Mulyosari, Marga Karya, Bumi Ayu, Sukoharjo, Bumi Sari, Rejo Mulyo, Budi Lestari, dan Tri Mulyo. Seluruh peserta dibagi dalam delapan kelompok dan didampingi 16 dosen pembimbing lapangan,” kata Novalia.

Selain pembekalan teknis, mahasiswa juga mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam pelaksanaan KKN. Mulai dari filosofi pengabdian masyarakat, pemanfaatan potensi desa, hingga strategi pengelolaan sampah berbasis lingkungan yang dapat diterapkan di wilayah penugasan.

Melalui program ini, Universitas Saburai berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan kampus, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi desa yang mampu mendorong pembangunan berkelanjutan di Lampung. (Jim/*)

Pos terkait