Kakek Terduga Pelaku Pencabulan Siswi SD di Pesawaran Masih Berkeliaran, Hasil Visum Bikin Tercengang
Bongkar Post, Pesawaran – Menurut keterangan dari orang tua korban R (11) siswi SD yang diduga menjadi korban pencabulan oleh terduga pelaku berinisial T pada Maret bahwa hasil Visum sudah keluar namun terduga pelaku masih berkeliaran.
“Hasil visum sudah keluar dari pihak rumah sakit Bhayangkara bulan Juli kemaren. Tapi kok pelaku masih berkeliaran belum dijemput ya sama polisi, ” kata PRN orang tua korban, Minggu (9/8/2026).
Dia juga mengatakan bahwa bukti sudah jelas dan hasil visum jelas namun pihak keluarga tidak dikasih salinan hasil visum dari RS Bhayangkara.
“Aku gak dikasih salinannya cuman aku sudah dikasih tau hasilnya. Bukti sudah jelas, hasil visum sebagai alat bukti sudah lengkap tetapi terduga pelaku sudah dua kali dipanggil sama polisi belum ditahan,” ujarnya.
Sebelumnya, PRN melaporkan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anaknya ke Polres Pesawaran pada 6 Maret 2026 dengan nomor laporan LP/B/56/III/2026/SPKT/POLRES PESAWARAN/POLDA LAMPUNG.
Kasus tersebut diduga terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Margodadi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Terduga pelaku diketahui berinisial T.
PRN mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah anaknya menceritakan kejadian yang dialaminya sepulang mengikuti les.
“Anak saya pulang les lalu diberi minuman. Setelah itu terjadi perbuatan tidak senonoh. Saya baru tahu setelah anak saya bercerita,” katanya.
Keluarga korban berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan penanganan perkara tersebut agar memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarga.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pesawaran, Iptu Pande Putu Yoga Mahendra, sebelumnya mengatakan keterlambatan penanganan disebabkan momen Idul Fitri dan personel Unit PPA yang turut dilibatkan dalam Operasi Ketupat Krakatau.
“Masih dalam kondisi Idul Fitri untuk mengambil hasil visum. Setelah Idul Fitri penyidik langsung berkoordinasi dengan forensik RS Bhayangkara karena mereka juga dilibatkan dalam Operasi Ketupat Krakatau,” ujarnya. (Imron)







