Tim Satgas BPBD Sampaikan Hasil Verifikasi Korban Banjir Rawapitu

  • Whatsapp

TULANG BAWANG – Seribuan hektar lahan pertanian atau sawah dan perkebunan warga di Kampung Sumberagung, Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang, terendam banjir.

“Sawah sekitar 1.271 hektar dan perkebunan sekitar 221 hektar yang terendam banjir,” kata Camat Rawapitu, Antoni, Selasa, 11 Januari 2022.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, ketinggian air yang membanjiri 64 rumah, tiga sekolah, dan ribuan hektare lahan pertanian serta perkebunan di daerah itu kini mulai surut.

“Banjir akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah setempat serta saluran air yang kurang berfungsi dengan baik,” kata dia.

Kepala Kampung Sumberagung, Sahel membenarkan musibah bencana alam itu turut merendam tempat mata pencaharian warganya.

Namun, ia belum dapat memastikan dari 1.271 hektar lahan sawah itu berapa yang sudah ditanami padi.

“Masih didata, karenakan ada sebagian belum tanam padi. Kalau perkebunan itu ada tanaman sawit, karet, dan juga cabai yang kebanjiran,” kata Sahel.

Sementara itu Irvan MR Tim Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah mewakili Kanedi Kepala Dinas BPBD menyampaikan hasil dari verifikasi korban dampak banjir sebanyak Rumah: 66 Unit Lahan Persawahan: 1.271 Ha (usia padi 6-30 hari)- Lahan Perkebunan: 221 Ha.- Fasilitas Umum: SMPN 1 Rawa Pitu, SDN 1 Sumber Agung, SMKN 1 Rawa Pitu, MIS Rodiatul Solihin, PAUD Ananda, TK Makarti Tama, Puskesmas Pembantu, Balai Kampung Sumber Agung berikut fasilitas olahraga, dan Pasar Sumber Agung.

Turut hadir saat Tim Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan Verifikasi jumlah data terdampak banjir Camat Rawa Pitu Antoni Saputra, SE yang diwakili oleh Sekcam Rawapitu; Sodri Wijaya, SH., MM., Badan Penyuluh Pertanian Kampung Ahmad Zaini dan Sekdes Kampung Sumber Agung; Aliansyah.

“Tim BPBD Irvan RM juga memberikan himbauan kepada warga agar tetap tenang, berdo’a dan bergotong royong untuk menjaga kebersihan serta waspada terhadap wabah penyakit pasca banjir seperti DBD, muntaber, malaria, penyakit kulit dan penyakit lainnya,” tegasnya.

(RIS)

(ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *