Tiga Tewas Akibat Ledakan Rumah Mewah di Polonia Medan, Dugaan Kebocoran Pipa Gas

Tiga Tewas Akibat Ledakan Rumah Mewah di Polonia Medan, Dugaan Kebocoran Pipa Gas

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | Medan– Ledakan hebat mengguncang sebuah rumah mewah tiga lantai di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Hingga Rabu pagi ini, korban jiwa telah bertambah menjadi tiga orang, sementara tim SAR gabungan terus menyisir reruntuhan untuk memastikan tak ada lagi yang tertimbun.

Rumah Nomor 3B itu porak-poranda. Atap dan dinding beton cor lantai tiga ambruk, menimbun penghuni dan beberapa kendaraan di depan. Getaran ledakan terasa hingga radius ratusan meter, memecahkan kaca dan merusak setidaknya enam hingga tujuh rumah tetangga serta mobil-mobil yang terparkir. Warga sekitar sempat panik, ada yang langsung lari keluar rumah begitu mendengar dentuman keras.

Menurut data sementara dari Kepala Kantor SAR Medan Hery Marantika, saat kejadian ada tujuh orang di dalam rumah: keluarga pemilik, asisten rumah tangga (ART), sopir, dan seorang kurir paket yang sedang mengantarkan barang. Empat orang berhasil menyelamatkan diri atau dievakuasi awal, termasuk balita berusia dua tahun bernama Jaevelin dan Hasan (keluarga pemilik), sopir, serta kurir. Mereka mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Damkar, dan relawan mengerahkan crane, ekskavator, serta drone thermal. Korban pertama, seorang perempuan diduga istri pemilik rumah, ditemukan Selasa dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di kamar mandi lantai dua, terjepit material bangunan. Korban kedua dan ketiga ditemukan Selasa sore hingga malam, juga di lantai dua, dalam kondisi meninggal dunia. Hingga berita ini ditulis, proses identifikasi masih berlangsung di rumah sakit.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan, hasil olah TKP awal dan deteksi gas mengarah pada kebocoran pipa gas tanam (pipa bawah tanah). “Ledakan berasal dari rumah itu, beton cor roboh menimpa penghuni,” ujarnya di lokasi. Namun, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Medan membantah. Area Head PGN Agus Kurniawan mengatakan tim mereka mendeteksi 0 PPM gas metana di lokasi pasca-ledakan. Penyelidikan bersama polisi dan ahli masih berjalan untuk menentukan penyebab pasti, termasuk kemungkinan instalasi pipa atau faktor lain.

Wali Kota Medan Rico Waas turun langsung ke lokasi, menyampaikan duka mendalam. Pemerintah kota berkoordinasi untuk bantuan kepada keluarga korban dan warga terdampak. Sementara itu, warga Grand Polonia diminta tetap waspada dan menjauhi area reruntuhan hingga proses evakuasi dan pembersihan selesai.

Tragedi ini menyisakan pertanyaan soal keselamatan infrastruktur gas di kawasan hunian elit. Polisi dan tim ahli berjanji akan mengusut tuntas, termasuk soal standar keselamatan pipa gas bawah tanah di perumahan tersebut (*)

Pos terkait