Surat Satir dari Rutan Kejagung: Sony Sonjaya Ucapkan Selamat dan Singgung ‘Hadiah Indah’ Kepada Kepala BGN Nanik S. Deyang
Bongkar Post | JAKARTA — Sebuah pesan tertulis dalam secarik kertas dari balik rumah tahanan Kejaksaan Agung memicu perbincangan publik. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengirimkan surat tulisan tangan yang ditujukan kepada Kepala BGN yang baru dilantik, Nanik Sudaryati Deyang.
Surat singkat tersebut menjadi viral di media sosial setelah diunggah pasca-penetapan status tersangka terhadap Sony oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Narasi Surat Sony Sonjaya
Dalam foto surat tulisan tangan yang beredar, Sony menuliskan pesan berbunyi:
“Kepada Yth: Ibu Nanik S Deyang. Selamat atas Jabatan Baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas Hadiah Indah yang telah diberikan kepada Saya. [Tanda Tangan] – Sony”
Unggahan tersebut memicu beragam tafsir di kalangan warganet. Banyak pihak mengaitkan frasa “hadiah indah” tersebut secara satir dengan proses hukum yang saat ini sedang dihadapi oleh Sony.
Dugaan Kasus Tata Kelola MBG
Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka terkait dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026, termasuk Dadan Hindayana dan Lodewyk Pusung. Penyidik menduga terdapat penyimpangan dan intervensi dalam proses verifikasi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebelum ditahan, Sony Sonjaya sempat melakukan wawancara publik dan membantah keras keterlibatan dirinya dalam praktik transaksional terkait titik SPPG.
Ajukan Justice Collaborator
Menanggapi proses hukum yang berjalan, kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengonfirmasi bahwa kliennya berencana mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). Langkah ini diambil dengan komitmen untuk membantu pihak Kejaksaan Agung membuka penanganan perkara ini secara terang benderang dan transparan.
Hingga saat ini, Kepala BGN Nanik S. Deyang belum memberikan tanggapan resmi mengenai surat ataupun tafsir publik terkait pesan tertulis yang dikirimkan oleh mantan rekan kerjanya tersebut.
(Rusmin)







