Artikel
Surah Nuh: Nabi Nuh a.s Rasul Pertama, Kaumnya Musyrikin Pertama Disiksa Allah SWT
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah ini dinamakan Nuh artinya Nabi Nuh as karena surah ini menceritakan dan menjelaskan dakwah Nabi Nuh as. Nama surah Nuh dikenal luas dalam kitab-kitab tafsir dan mushhaf yang dicetak berbagai sumber. Kata Nuh diambil dari ayat pertama surah ini.
Surah ini merupakan surah ke-71 dalam al-Qur’an terdiri dari 28 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.
Surah ini adalah surah yang ke-73 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam Al-Qur’an.
Tujuan utama surah ini adalah gambaran tentang peringatan kaum musyrikin Mekah dengan menyampaikan kisah Kaum Nabi Nuh as yang merupakan kaum musyrikin pertama yang dijatuhi siksa oleh Allah SWT. Kisah ini merupakan pelajaran bagi umat Nabi Muhammad saw.
Tujuan utama lainnya, pembuktian tentang kesempurnaan kuasa Allah swt dalam mewujudkan hari Kiamat. Pembinasaan kaum Nabi Nuh as akibat pembangkangannya. Demikian tafsir al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. Nuh (Kisah kaum Nabi Nuh as) 71: 1 – 4
“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya: “Peringatkanlah kaummu sebelum datang kepada mereka siksa yang pedih.” (1). Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku untuk kamu adalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan (2). Sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya, dan taatlah kepadaku (3). Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosa kamu dan menangguhkan kamu sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah, apabila telah datang, tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui (4)”.
Tafsir QS. Nuh (Kisah kaum Nabi Nuh as) 71: 1 – 4
Awal surah ini mengisahkan Kaum Nabi Nuh as yang menyembah berhala. Ini peringatan bagi para pembangkang termasuk kaum musyrikin Mekah. Kaum Nabi Nuh as jauh lebih kuat dan usia mereka lebih panjang dibandingkan dengan generasi sesudahnya.
Ayat di atas dimulai dengan kerasulan Nabi Nuh as sebagai isyarat bahwa ia adalah rasul pertama dari rasul-rasul Allah swt. Pernyataan ini berfungsi untuk meluruskan kekeliruan kaum musyrikin Mekah yang menolak kerasulan Nabi Muhammad saw dengan alasan bahwa ia manusia juga.
Ayat pertama diatas menyatakan, sesungguhnya Kami telah mengutus Nabi Nuh as sebagai rasul pertama kepada kaumnya yang demikian kuat sambil memerintahkan: “Peringatkanlah kaummu akan ancaman Allah swt atas kekufuran dan kemusyrikan mereka sebelum datang kepada mereka siksa yang pedih.”
Lalu ayat kedua, memperkenankan perintah allah swt, Nabi Nuh as berkata sambil mengingatkan bungannya dengan mereka sebagai anggota kaumnya, “Hai kaumku, aku adalah bagian dari kalian, sesungguhnya aku untuk kamu secara khusus adalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan tentang adanya siksa yang pedih jika kamu mengabaikan perintah-Nya.
Ayat ketiga, peringatan itu adalah, sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya yaitu hindari jatuh siksa-Nya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya karena kamu tidak dapat menerima petunjuknya secara langsung sedang aku dipilih sebagai utusan-Nya maka taatlah kepadaku.
Terakhir, ayat keempat, kalau kamu melakukan itu semua, niscaya Allah swt atas rahmat dan karunia-Nya akan mengampuni sebagian dosa-dosa kamu dan menangguhkan kamu yakni memanjangkan usia kamu guna kemaslahatan kamu bagi kematian setiap pribadi dan kalau tidak demikian , maka Allah swt akan menjatuhkan siksa yang membinasakan kamu semu sekaligus sampai waktu yang ditentukan.
Sesungguhnya ketetapan Allah swt apabila telah datang, maka ia tidak dapat ditangguhkan. Jika belum datang maka bisa saja Dia menundanya karena doa, silaturrahmi, serta upaya- upaya kamu yang direstui-Nya. Kalau kamu dari saat ke saat mengetahui tentang hal-hal tersebut, niscaya kamu akan taat kepada Allah swt dan mematuhi tuntunanku.
Yaa Allah, ampunilah kami, ibu bapak kami, dan siapa pun yang memasuki rumah kami dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran. Kabulkanlah permohonan kami.
Maha benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.







