Surah at-Takatsur: Celakalah! Orang Berbangga Kenikmatan Duniawi, Anak dan Harta Melengahkan 

 

 

Bacaan Lainnya

Surah at-Takatsur: Celakalah! Orang Berbangga Kenikmatan Duniawi, Anak dan Harta Melengahkan 

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan at-Takatsur artinya Saling memperbanyak (bermegah-megahan). Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini. Nama lainnya surah al-Hakum juga dari ayat pertama. Surah al-Maqbarah dari ayat kedua.

Surah ini merupakan surah ke-102 dalam al-Qur’an terdiri dari 8 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rasulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rasulullah belum hijrah ke Madinah.

Tema utama adalah uraian tentang kecaman terhadap mereka yang dilengahkan oleh gemerlap duniawi dan kebangaan terhadap sesuatu yang fana, sambil mengingatkan tentang kesudahan semua manusia. Tema lainnya, tentang kebinasaan hari Kiamat. Demikian tafsir al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. at-Takatsur (Saling memperbanyak atau bermegah-megahan)101: 1 – 2

“Saling memperbanyak telah melengahkan kamu (1). Sampai kamu telah menziarahi kubur-kubur (2)”.

Tafsir QS. at-Takatsur (Saling memperbanyak atau bermegah-megahan)101: 1 – 2

Ayat ini menyatakan sebab kecelakaan karen saling memperbanyak kenikmatan duniawi dan saling berbangga-bangga mengenai anak dan harta telah melengahkan kamu. Sampai karena keengganan kalah bersaing kamu telah menziarahi kubur-kubur leluhur kamu untuk membuktikan keluhuranmu atau kelengahan itu berlanjut sampai ajal menjemputmu.

Kata at-takatsur dari kata katsrah artinya banyak. at-Takatsur menunjukkan adanya dua pihak atau lebih yang bersaing, semua berusaha memperbanyak, seakan-akan bersama-sama mengaku memiliki lebih banyak dari pihak lain atau saingannya, tujuan berbangga dengan kepemilikannya.

Maka kata ini digunakan juga dalam arti berbangga-bangga. at-Takatsur merupakan persaingan dua pihak atau lebih dalam hal memperbanyak hiasan dan gemerlap duniawi serta usaha untuk memilikinya sebanyak mungkin tanpa menghiraukan norma dan nilai agama.

Ayat ini mengecam sifat persaingan yang mengakibatkan al-lahw yaitu lengah serta mengabaikan hal yang lebih penting. Setidaknya ada tiga hal yang dapat melengahkan manusia, pertama angan-angan kosong pada QS. al-Hijr (Bukit Batu) 15: 3. Kedua, perniagaan dan jual beli pada QS. an-Nur (Cahaya) 24: 37. Ketiga, harta dan anak-anak pada QS. al-Munafiqun (orang-orang munafik) 63: 9.

Hadits Qudsi menyatakan, “Seandainya seorang manusia yang lengah memiliki dua lembah penuh emas, niscaya ia masih menginginkan lembah ketiga, tiada yang memenuhi rongga atau ambisi putra-putri Adam kecuali tanah.”

Yaa Robbanaa, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. Kabulkanlah permohonan kami.

Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait