Lampung Karate Championship 2025 Resmi Dibuka, Diikuti Ribuan Atlet dari Dalam dan Luar Provinsi
Bongkar Post, Bandar Lampung
Lampung Karate Championship 2025 Piala Gubernur resmi dibuka di GOR Sumpah Pemuda, PKOR Way Halim, Bandar Lampung, pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Kegiatan ini digelar selama dua hari, dari tanggal 28 hingga 29 Juni, dan diikuti oleh ribuan peserta dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, serta beberapa provinsi lainnya di Indonesia.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda, yang hadir mewakili Gubernur Lampung, menyampaikan sambutan pembukaannya dengan penuh semangat.
“Saya menyambut gembira dan bangga atas terselenggaranya kejuaraan ini. Karate bukan sekadar olahraga, tetapi juga jalan pembentukan karakter. Di dalam setiap kuda-kuda, setiap pukulan dan tangkisan, terkandung nilai-nilai disiplin, ketangguhan, kehormatan, dan rasa hormat kepada sesama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Lampung Karate Championship 2025 bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah dalam mencetak generasi muda yang kuat mental, sehat jasmani, dan tangguh.
“Melalui kejuaraan ini, saya berharap akan lahir atlet-atlet karate Lampung yang tidak hanya berjaya di tingkat nasional, tapi juga harum namanya di kancah internasional. Kita pernah mencatatkan prestasi membanggakan, seperti kontingen Karateka Lampung yang berhasil memborong 12 medali dalam Kejuaraan Nasional memperebutkan Piala Ketua Umum Pengurus Besar FORKI diselenggarakan Tahun 2025 yang di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau, pada 16–18 Mei lalu,” katanya.
Ia menambahkan, prestasi tersebut adalah bukti bahwa putra-putri Lampung memiliki potensi besar. Dan dengan dukungan yang konsisten, ia yakin kejayaan karate Lampung akan terus tumbuh dan menginspirasi.
“Kepada para atlet, saya titipkan pesan, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, dan tetap rendah hati dalam kemenangan. Karena sejatinya, setiap pertandingan adalah juga pembelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik,” pesannya.
Descatama juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.
“Kepada seluruh panitia dan FORKI Lampung, saya ucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya. Semoga acara ini berjalan lancar, meriah, dan membawa manfaat besar bagi kemajuan olahraga karate di Tanah Air,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Shokaido Lampung, Sensei Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A, dalam sambutannya mengatakan bahwa Provinsi Lampung saat ini berada dalam arus pembangunan yang progresif.
“Di bawah kepemimpinan Gubernur Bapak Rahmat Mirzani Djausal, berbagai sektor seperti pendidikan, pariwisata, UMKM, dan olahraga mendapat perhatian serius sebagai bagian dari agenda besar pemberdayaan sumber daya manusia,” ujarnya.
Sensei Ary menegaskan, pihaknya berkomitmen menjadikan Lampung sebagai pusat pembinaan karate unggulan di wilayah Sumatera, bahkan nasional.
Dengan kolaborasi antarperguruan, sinergi bersama FORKI, dan dukungan dari berbagai stakeholder, ia percaya karate Lampung akan melahirkan atlet-atlet berprestasi, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional dan dunia.
Ia menjelaskan, Lampung Karate Championship 2025 Piala Gubernur merupakan salah satu tonggak penting dalam pembinaan karate nasional.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ajang untuk mengukur kemampuan para atlet, memperkuat sportivitas, serta menjadi wahana pencarian bibit-bibit unggul dan regenerasi karateka Lampung untuk masa depan.
“Semangat ini tercermin dari besarnya antusiasme peserta yang hadir. Tahun ini, sebanyak 2.172 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, serta delapan provinsi tetangga, turut ambil bagian. Ini adalah angka yang luar biasa dan menunjukkan bahwa kejuaraan ini telah tumbuh menjadi ajang prestisius tingkat regional dan nasional,” ungkapnya.
Ary mengatakan, sebagai Ketua Umum Shokaido Lampung, dirinya merasa sangat bangga bahwa kejuaraan ini bukan hanya menjadi wadah untuk bertanding dan meraih medali, tetapi juga sebagai arena untuk membentuk karakter.
“Dalam setiap langkah kaki, dalam setiap jurus yang dilatih dan ditekuni, terdapat nilai-nilai luhur yang membentuk watak sejati seorang karateka: disiplin, hormat, ketekunan, integritas, dan keberanian. Nilai-nilai ini adalah modal sosial yang sangat penting bagi bangsa kita, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang berdaya saing.
“Kepemimpinan Gubernur Bapak Rahmat Mirzani Djausal telah membuka ruang besar bagi dunia olahraga untuk berkembang, tidak hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi sebagai investasi sosial dan kultural,” jelas Ary.
Provinsi Lampung juga disebut tengah menatap babak baru sebagai calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) di masa mendatang.
“Sebuah tugas besar, tetapi juga sebuah kehormatan. Dan kami percaya, Lampung memiliki segala prasyarat untuk menyambut kehormatan tersebut: infrastruktur yang terus ditingkatkan, fasilitas olahraga yang mulai diperkuat, jejaring perguruan dan komunitas olahraga yang solid, serta semangat masyarakat yang tinggi untuk mendukung dan menjadi bagian dari sejarah olahraga nasional,” kata Ary.
Ia menambahkan, kejuaraan karate yang diselenggarakan ini adalah simulasi kecil dari sebuah kesiapan besar. Bukan hanya atlet, tetapi juga seluruh ekosistem pendukung seperti panitia, perangkat pertandingan, tenaga medis, keamanan, media, bahkan UMKM lokal ikut terlibat dan merasakan semangat yang sama.
“Inilah wajah Lampung hari ini — terbuka, solid, dan bersiap untuk menyambut kepercayaan nasional sebagai tuan rumah multievent sekelas PON,” tegasnya.
Ary juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh mitra yang telah mendukung kegiatan ini.
“Tanpa kerja sama dan gotong royong, kejuaraan ini tentu tidak akan berjalan lancar. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, FORKI, ESAKAIDO, IIB Darmajaya, Ziyyan Sport, rekan-rekan media, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras dari persiapan hingga pelaksanaan,” kata dia.
Menutup pernyataannya, Ary menekankan bahwa karate bukan hanya seni bela diri, melainkan juga falsafah hidup.
“Di dalam setiap gerakan dan jurus, tertanam nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, keberanian, ketekunan, ketulusan, dan rasa hormat kepada sesama. Maka dalam konteks pembangunan karakter anak bangsa, karate menjadi bagian penting dalam menyemai nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan,” jelasnya.
“Melalui kejuaraan ini, kita ingin menumbuhkan lebih dari sekadar kompetisi. Kita ingin menanamkan sportivitas, solidaritas, dan mental juara, bukan hanya bagi pemenang, tetapi untuk semua peserta yang telah berani hadir dan bertanding dengan penuh dedikasi,” sambung Ary.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa setiap peserta adalah pemenang.
“Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan utama, tetapi keberanian untuk berproses, belajar, dan berjuang dengan penuh integritas, itulah yang akan membentuk kalian menjadi juara sejati. Kalian adalah bagian dari harapan bangsa. Maka bertandinglah dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan hormatilah setiap lawan sebagai mitra belajar dan tumbuh,” tutupnya. (Jim)







