Surah an-Nazi’at: Perjalanan Hidup Manusia di Bumi dan Keniscayaan Hari Kebangkitan

Artikel

 

Bacaan Lainnya

Surah an-Nazi’at: Perjalanan Hidup Manusia di Bumi dan Keniscayaan Hari Kebangkitan

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan an-Nazi’at artinya Malaikat-malaikat yang Mencabut. Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini. Nama lain surah ini adalah surah Wa an-Nazi’at, surah as-Sahirah (Padang Masyhar) dan surah ath-Thammah (Malapetaka). Nama-nama ini berasal dari ayat-ayat pada surah ini.

Surah ini merupakan surah ke-79 dalam al-Qur’an terdiri dari 46 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang ke-81 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Ia turun sesudah surah an-Naba’ dan sebelum surah al-lnfithar.

Tema utama surah ini adalah tentang pembuktian keniscayaan hari Kebangkitan disertai dengan bukti-bukti uraian tentang Nabi Musa as dan Fir’aun, Gambaran tentang rububiyyah (pemeliharaan) dan pengaturan Ilahi tentang manusia yang terbagi dua penghuni surga dan penghuni neraka.

Tujuan lainnya, menyentuh hati manusia mengenai hakikat akhirat tentang kedahsyatan dan keagungannya. Penciptaan bumi beserta isinya. Kemudian, tentang akhir perjalanan hidup manusia di bumi dan keniscayaan Kebangkitan mereka di hari Kiamat. Demikian tafsir al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. an-Nazi’at (Malaikat-malaikat yang Mencabut) 79: 1 – 5

Demi pencabut-pencabut dengan keras (1). Dan pengurai-pengurai dengan lemah lembut (2). Dan para yang berpindah-pindah dengan cepat (3). Lalu pelomba-lomba dengan kencang (4). Maka pengatur-pengatur urusan. 5

Tafsir QS. an-Nazi’at (Malaikat-malaikat yang Mencabut) 79: 1 – 5

Awal ayat menguraikan tentang malaikat-malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras ataupun perlahan-lahan untuk mengakhiri kehidupan manusia.

Demi kelompok-kelompok malaikat pencabut-pencabut nyawa pendurhaka dengan keras. Dan demi malaikat-malaikat pengurai-pengurai yang melepaskan ikatan nyawa orang-orang mukmin dengan lemah lembut.

Dan malaikat-malaikat yang berpindah-pindah dengan cepat guna melaksanakan tugasnya atau untuk mengantar nyawa sang mukmin. Lalu, para malaikat-malaikat itu pelomba-lomba yang mendahului selainnya dalam amal kebajikan atau mengantar nyawa sang kafir dengan kencang. Maka demi mereka pengatur-pengatur urusan. Sungguh hari Kebangkitan/Kiamat pasti akan datang.

Kata an-nazi’at dari kata naza’a berarti mencabut. Biasanya ini menggambarkan kuatnya sesuatu sehingga terpaksa untuk mengeluarkannya dengan pencabutan. Pencabutan ruh orang kafir maka sang kafir sangat mempertahankan nyawanya karena saat sekarat ditunjukkan padanya tempat di neraka. Sang mukmin sangat senang meninggalkan dunia karean saat itu diperlihatkan tempatnya di surga.

Yaa Robbana, sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami karena itu ampunilah kami. Kabulkanlah permohonan kami.

Pos terkait