Surah al-Waqi’ah: Hari Kiamat Sangat Merendahkan Pendurhaka, Meninggikan yang Taat kepada Allah

Artikel

 

Bacaan Lainnya

Surah al-Waqi’ah: Hari Kiamat Sangat Merendahkan Pendurhaka, Meninggikan yang Taat kepada Allah

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan al-Waqi’ah artinya Hari Kiamat diambil dari permulaan ayat pada surah ini. Nama ini telah dikenal masa Rosulullah saw.

Surah ini merupakan surah kelima puluh enam dalam al-Qur’an terdiri dari 96 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang keempat puluh enam jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam Al-Qur’an. Dia turun sesudah surah Thaha dan sebelum surah asy-Syu’ara’.

Tema utama adalah uraian mengenai hari Kiamat serta penjelasan apa yang akan terjadi di bumi. Kenikmatan yang akan diperoleh orang-orang bertakwa dan apa yang akan dialami oleh pendurhaka.

Lainnya, uraian tiga kelompok pertama, orang yang dekat pada Allah swt yang tampil mendahului orang-orang taat yang lain. Kedua, orang-orang taat selain mereka. Terakhir, ketiga, mereka yang secara terang-terangan durhaka dan munafik dari kelompok manusia dan jin. Demikian tafsir Al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir Al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. al-Waqi’ah (Hari Kiamat) 96: 1 – 6

“Apabila terjadi kejadian itu (1). Tidak seorang pun menyangkut kejadiannya yang dapat dia dustakan (2). Ia sangat merendahkan lagi meninggikan (3). Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya (4). Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya (5). Sehingga jadilah ia debu yang beterbangan (6).”

Tafsir QS. al-Waqi’ah (Hari Kiamat) 96: 1 – 6

Ayat 1 – 2, apabila terjadi kejadian itu yaitu hari Kiamat (1). Tidak seorang pun menyangkut kejadiannya yakni kepastian tejadinya keadaan yang terjadi ketika itu, besar atau kecil, rinci atau global, menyenangkan atau menyusahkan yang dapat dia dustakan yakni dia sangkal, karena segala sesuatu nampak dengan jelas dan pasti (2).

Lalu, ayat 3, ia (kejadian itu) sangat merendahkan dan menyengsarakan kelompok yang durhaka kepada Allah swt lagi meninggikan dan membahagiakan kelompok yang taat kepada-Nya (3).

Kata al-waqi’ah artinya kejadian atau peristiwa, demikian ayat ini menamai hari Kiamat karena kejadiannya jelas dan pasti walaupun tidak dijelaskan peristiwanya.

Ayat 4 – 6, apabila bumi yang sangat luas diguncangkan seluruh kawasannya dengan guncangan sedahsyat-dahsyatnya (4). Dan gunung-gunung yang demikian tegar dihancurluluhkan sehancur-hancurnya (5). Sehingga jadilah ia debu yang sangat kecil dan halus yang beterbangan (6).”

Yaa Robbana, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

Kabulkanlah permohonan kami. Maha benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait