Artikel
Surah al-Qiyamah: Allah SWT Mengumpulkan Kembali Tulang-Belulang Terserak Setelah Kematian
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah ini dinamakan al-Qiyamah artinya Hari Kiamat. Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini, merupakan sumpah keniscayaan hari Kiamat. Nama lainnya, surah La Uqsimu juga dari kalimat pertama.
Surah ini merupakan surah ke-75 dalam al-Qur’an terdiri dari 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.
Surah ini adalah surah yang ke-31 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Dia turun sesudah surah al-Qari’ah dan sebelum surah al-Humazah.
Tujuan dan tema utama surah ini adalah tentang al-Quran merupakan peringatan yang agung dan kandungannya amat luhur, maknanya sangat jelas serta lafal dan gayanya sangat mempesona.
Lainnya, surah ini memenuhi jiwa manusia dengan hakikat, pengaruh serta gambaran dan peristiwa, langgam dan kesan yang tidak bisa dihadapinya tidak pula melepaskan darinya. Demikian tafsir al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. al-Qiyamah (Hari Kiamat) 75: 1 – 4
“Aku tidak bersumpah dengan hari Kiamat (1). Dan aku tidak bersumpah dengan jiwa yang sangat menyesali (2). Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan tulang-belulangnya? (3) Bukan demikina! Kami kuasa menyempurnakan jari-jemarinya (4)”.
Tafsir QS. al-Qiyamah (Hari Kiamat) 75: 1 – 4
Ayat 1 – 2, Allah swt mengisyaratkan persoalan sudah sangat jelas sehingga tidak diperlukan lagi argumentasi baru karena itu dinyatakan-Nya, Aku tidak bersumpah dengan keniscayaan akan adanya atau keberadaan hari Kiamat. Dan aku tidak bersumpah pula dengan jiwa yang sangat menyesali. Sungguh kamu semua akan dibangkitkan.
Lalu, ayat 3, keniscayaan hari Kiamat mestinya disambut dengan pembenaran semua mahluk, tetapi ada yang tidak percaya, mengapa dia enggan? Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya yang telah terserak setelah kematiannyanya?
Terakhir, ayat 4, Bukan demikina! Sungguh, Kami kuasa bukan saja mengumpulkan tulan-belulangnya, Kami bahkan kuasa menyempurnakan atau menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna.
Sebab turunnya ayat ini karena ‘Ady lbn Abi Rabi’ah meminta agar Rasulullah menjelaskan hari Kiamat. Rasulullahpun menjelaskannya. Setelah mendengar penjelasan itu, ‘Ady berkata, “Seandainya saya menyaksikan hari itu, niscaya saya tidak akan percaya. Apakah Allah akan menghimpunkan kembali tulan-belulang?”
Yaa Allah, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.Kabulkanlah permohonan kami.
Maha benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.







